Monday, March 9, 2009

7 years old..

My sweet angel..
Sekarang dia udah 7 tahun
Tidak terasa waktu ternyata cepat sekali berlalu
Rasanya baru kemarin,
terdengar suara tangisan di ruang bersalin
terdengar celotehan yang lagi belajar bicara
terdengar suara sepatu kecil.. ngik nguk ngik nguk

Sekarang,
dia udah tumbuh tinggi
sudah pintar berargumen
penuh imajinasi
sering tidak mau diaturteman berdiskusi yang seru

Mudah2an,
Allah menjadikan dia anak yang sholehah,
rajin beribadah, rajin belajar
menjadi anak yang tambah pintar, mandiri, penyabar
sayang mamah-papah dan keluarga
amiin..


Tadinya, Salma minta hari ulang tahunnya dirayain di sekolahan atau di rumah. Cuman, kalau dirayain gitu repot juga yak. Dibujuk supaya uangnya dijadikan hadiah aja, kan asik dapet banyak. Hehehe.. terbujuk juga. Akhirnya, cuman kita bertiga aja ngadain "pesta" di rumah. Yang penting kalau anak kecil kan ada kue ulang tahun, tiup lilin, balon dan kado.


Nah, bagian bikin kuenya yang pusing. Minta ini minta itu, model ini model itu, dan pilihan akhirnya jatuh ke tema Tom n Jerry. Karena rada mepet waktunya, akhirnya dibikinin Tom aja deh.


Untuk kuenya, nyobain resep baru dari primarasa. Woww.. rasanya enak loh :)
Sy bikin jadi 2 lapis vanila dan coklat. Tapi entah kenapa kok yang vanila agak bantet hehehe.. jadinya setelah yang bantet dikikis, si rasa vanila jadi pendek. Tapi yang coklat versi resep aslinya suksyess.. enak banget. Laen kali bikin semuanya coklat aja aah..
Oya, resep olesannya juga sedep banget. Manisnya cukup.






CAKE COKLAT OLES
sumber : Primarasa 29. Resep pilihan : cake, roti & kue kering 1

Bahan :
Margarine untuk olesan
Tepung terigu untuk taburan
100 gr tepung terigu
50 gr cokelat bubuk
100 gr margarine
6 butir telur
2 kuning telur
225 gr gula kastor

Olesan :
25 gr cokelat bubuk
50 ml air panas
100 gr margarine
100 gr gula kastor
175 gr gula bubuk

1. Panaskan oven pada suhu 180°C. Olesi Loyang persegi ukuran 20 cm dengan margarine, taburi tepung terigu, lapisi kertas roti.
Campur tepung terigu dan coklat bubuk, ayak, sisihkan. Lelehkan margarine.
2. Kocok telur dan gula dengan mikser hingga kental, masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk terus. Masukkan margarine leleh.
3. Tuang adonan ke dalam Loyang, panggang selama ±50 menit. Angkat, biarkan selama ±5 menit hingga agak dingin. Keluarkan kue dari Loyang, taruh di atas rak kawat.
4. Olesan : Larutkan coklat bubuk dalam air panas, sisihkan. Lelehkan margarine diatas api kecil, masukkan gula kastor. Setelah gula larut dan mendidih, masukkan gula bubuk dan larutan coklat. Aduk dengan pengocok kawat hingga licin.
Belah kue jadi 3 bagian horizontal. Olesi setiap permukaan kue dengan adonan olesan. Tumpuk jadi satu, lalu olesi seluruh permukaan kue dengan sisa bahan olesan. Hias sesuai selera.


Happy Birthday.....

Tuesday, March 3, 2009

Kacang Merah untuk dessert?



Beberapa kali event rame2nya NCC terlewat begitu saja. Kali ini lewat ngga yaa? Tiap mau bikin puding kok ya waktunya ngga pas melulu ya?

Padahal postingannya udah disimpen di draft dari sejak awal. Tadinya supaya gampang tinggal publish aja. Yee.. ternyata tetep aja, udah last minute nih :(. Masih bisa kah?

Oya, host kali ini adalah Gemi Miranti a.k.a eMbu Anti - dengan bantuan Ina Larizz, Rifda, dan Shirley "Paiton"...

Jadi nih, tema bulan (minggu?) ini adalah Puding week NCC , boleh pake resep apa saja terserah. Yang penting puding, jeli atau agar-agar. Apa ya? Yang ikutan kali ini bujubune banyakan bo!

Cari-cari resep puding dilemari eh maksudnya di buku resep dalam lemari :P. Bolak-balik, kok ngga ada yang simple dan ngga biasa. Maruk ah.. hehe.. Tiba-tiba sreettt ada Puding Kacang Merah di Primarasa. Asik nih dicoba.

Puding Kacang Merah
sumber : Primarasa Menu 2, hidangan penutup dan minuman 1


Bahan
200 gram kacang merah segar
air untuk merebus kacang
100 gram gula pasir (I)
850 ml santan dari 1/2 butir kelapa (pake susu uht)
1 bungkus (7 gr) agar-agar warna putih
50 gram gula pasir (II)
75 gram kelapa muda serut kasar (ngga pake, karena ngga sempet beli :D)

Saus Santan (akhirnya dimodifikasi habis-habisan, lihat dibawah)
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
75 gram gula pasir
2 lembar daun pandan
1 1/2 sdm tepung maizena

Cara membuat

1. Rebus kacang merah dalam air secukupnya hingga setengah matang. Masukkan gula (I). Rebus terus hingga kacang empuk dan air tinggal sedikit, angkat.
2. Lumatkan 3/4 bagian kacang dengan blender, sedangkan sisanya digerus kasar-kasar. Campurkan kacang halus dan kacang gerus menjadi satu, aduk.
3. Jerangkan santan, agar-agar dan gula (II) di atas api, aduk hingga mendidih. Masukkan kacang merah dan kelapa serut. Setelah mendidih lagi, matikan api. Aduk terus hingga uapnya hilang.
4. Basahi loyang ukuran 4x18x18cm dengan sedikit air matang, tuang adonan kedalamnya. Diamkan hingga mengeras.

5. Saus santan : jerangkan santan, gula dan daun pandan diatas api sedang, aduk-aduk hingga mendidih, kecilkan apinya. Masak terus hingga gula larut. Setelah itu, masukkan tepung maizena, aduk hingga mengental, angkat.

6. Menghidangkannya : iris puding 3x3cm. Taruh beberapa potong dalam mangkuk. Tuangi saus santan dan hidangkan dengan menaburkan sedikit kelapa serut diatasnya.




Jadi nih.. ada modifikasi besar-besaran.

Saus santan yang tadinya mau dibikin.. eeehhh si santan ngga ada dikulkas. Rasanya ada kok *ngimpi kali yee*. Padahal ini udah sore eh malem, pagimane cari kelapa?? Oiya inget punya puding vanila instan. Ya udah deh pake itu, sret sret dibuka. Pas liat kemasannya didalemnya.. LHO? kok tulisannya VLA COKLAT??? huhuhu... jelas2 didusnya tertulis : Puding vanila. Nangis bombay deh :'(. Persediaan susu cair udah habis tadi. Yang ada tinggal susu beruang. Bisa ngga yaa? Udah lah dicoba aja.


Vla jadi-jadian : Susu beruang ditambah gula pasir sedikit dipanaskan, kemudian diberi larutan maizena. Didihkan. Angkat.


Taraaaa.. jadi deh puding kacang merah (modifikasi) ala sofie.

Wednesday, February 25, 2009

My homemade Choco-Vanila Ice Cream

Cuaca di Bangka beberapa hari terakhir ini puanaasss banget. Sedangkan menurut temen-temen di kota laen katanya sih hujan, mendung, gerimis, berangin. Terik sih ngga juga ya, tapi hawanya itu looh.. duh, bikin keringet buntet. Itu loh bintik-bintik kecil gara2 keringet... Udah mandi juga berasa ngga mandi :D.

Ya, global warming udah kerasa dimana-mana. Cuman mungkin belum banyak orang yang peduli. Tapi sebelum nyalahin orang lain, mending sy introspeksi diri sendiri dulu deh. Kalau baca-baca artikel tentang tingkah laku manusia yang sering tanpa sadar merusak alam, ternyata banyak hal yang kita (baca : saya) kerjakan juga. Hal kecil saja misalnya lupa mencabut charger hp. Atau lupa mematikan lampu. Air kran yang dibiarkan menetes-netes. Lupa matiin kipas angin. Tuh kan, banyak. Itu baru yang sekarang inget. Masih banyak lagi pastinya tindakan kita yang merusak lingkungan sekitar.




Nah karena cuaca yang panas tadi, jadi nih enaknya nikmatin yang dingin-dingin kan?. Let's see.. gimana kalau kita bikin es krim?. Bahan-bahan udah ada, jadi tinggal setting waktunya saja.

Bikin es krim asik banget, bisa bareng2 sama anak jadi tambah fun deh :D


Atas request Salma, es krim dibikin beberapa macam. Ada vanila kesukaan dia, kopi kesukaan sy dan coklat kesukaan bapaknya.


Resep dasarnya sy ambil dari resepnya David Lebovitz, hanya saja karena disini ngga mungkin bakalan menemukan krim, jadi sy ganti dengan susu biasa saja. Bahkan, tanpa penambahan krim pun es krim-nya enak banget. Oya, sy tidak punya ice cream maker. Waktu itu pernah dikasih tahu sama Yohana, si pembuat ice cream cake itu loh :) , kalau tidak punya mesin khusus dan pengen coba cara jadul, coba aja menggunakan bongkahan es batu dicampur dengan garam kasar (garam korosok kalau bahasa sundanya mah).


Caranya: ambil baskom besar, penuhi dengan campuran es batu dan garam. Kalau tidak salah perbandingannya sih 1:1. Tapi kemaren itu sy asal saja, oleh karena es batu yang dibuat sehari sebelumnya pun ternyata belum membeku semuanya. Jadi saat dicampurkan ternyata cepat sekali melelehnya. Kemudian simpan ditengah2nya baskom lain yang berisi adonan es krim tadi. Aduk-aduk secara kontinue dengan sendok kayu. Jaga supaya suhu diluar baskom berisi adonan tetap dingin. Jika sudah muncul gumpalan2 yang menempel dipinggir baskom ataupun sendok kayu, es krim berarti sudah jadi. Tinggal dipindahkan ke tempat yang lain dan masukkan kedalam freezer.


Namun ternyata cara ini agak susah juga untuk daerah panas seperti ini. Es batunya cepat meleleh dan suhunya cepat turun. Akhirnya yang jadi korban adalah batch ke-2 dan ke-3 untuk rasa yang berbeda. Karena tidak terjadi gumpalan adonannya, akhirnya langsung sy masukkan kedalam freezer. Harusnya nih, setelah dimasukkan freezer proses bisa langsung diganti dengan menggunakan mikser, tapi malah kelupaan. Akhirnya dua rasa es krimnya kasar, ada bongkahan kasar bunga es. Tapi tetep enak kok.. :D



Vanilla Ice Cream
Source : David lebovitz
About 1 quart


1 cup milk (sy pakai 3 cup milk)
A pinch of salt
3/4 cups sugar
1 vanilla bean
5 egg yolks
2 cup heavy cream (tidak pakai)
A few drops of vanilla extract (tidak pakai)


1. Heat the milk, salt, and sugar in a saucepan. Split the vanilla bean lengthwise and scrape the seeds into the milk with the tip of a paring knife. Add the bean pod to the milk.
2. Stir together the egg yolks in a bowl and gradually add some of the warmed milk, stirring constantly as you pour. Pour the warmed yolks back into the saucepan.
3. Cook over low heat, stirring constantly and scraping the bottom with a heat-resistant spatula until the custard thickens enough to coat the spatula. Strain the custard into the heavy cream. Rinse the vanilla bean and put it back into the custard and cream to continue steeping. Chill thoroughly, then remove the vanilla bean and freeze in your ice cream maker according to the manufacturers instructions.


Dari 1 resep ini, sy bagi tiga. Satu bagian tetep rasa vanila, 1 bagian diberi rasa coklat, 1 bagian diberi rasa kopi. Asiik kan?

Menurut lidah sy sih, resep ini agak terlalu manis dan gurih. Mungkin next time, gulanya akan sy kurangi begitu pula dengan kuning telurnya.

Hhhmmmmm... siapa yang bisa menolak semangkuk es krim?

Monday, February 16, 2009

Who wants some doughnut?


Sedang tidak terlalu mood baking2, masuk dapur, berlumuran terigu, panas2an deket oven.. whuaah.. tapiiii.. lama ngga bersentuhan sama baking2 juga ternyata bikin ngga mood juga. Nah looh, jadi bingung kan? Jadi mungkin nih, kedua hal tersebut saling mempengaruhi. A dan B bener dan saling berhubungan. Halaahh.. tambah ngga nyambung :P.

Udah lama punya tepung ketan hitam. Sayang kalau tidak dikaryakan. Rasanya pernah lihat resep di majalah sedap yang temanya tepung ketan hitam. Ngobrak-ngabrik lemari akhirnya ketemu juga. Bahan-bahan yang laennya juga ada. Yang ngga ada ternyata waktunya. Hhmm.. hari jum'at kayaknya waktu yang paling pas. Pulang kan lebih cepet, jadi ada waktu lah sebelum pergi lagi sore harinya. Timbang sana-sini, nyiapin ini itu diselingi nyiapin makan siang, ternyataaa.. tetep ngga sempet dibikin. Sebenernya tinggal diolah, tapi harus ditinggal dulu deh. Baru malem harinya dikerjain.

Ternyata, bikin donat itu lama juga yah. Baru selesai proofing udah lewat jam 10 malem. Laah, siapa yang mau makan. Tadinya mau disimpen difreezer aja, baru dithawing pagi hari. Tapi dipikir2 ribet juga, dulu pernah bikin pizza dan adonannya diperlakukan spt itu, dan hasilnya mengecewakan. Ada yang tahu kenapa? atau ada yang tahu cara yang efektif gimana?
Akhirnya itu donat digoreng tengah malem :P

Donat Ketan Hitam
Sumber : Majalah sedap no. 6/IX/2008, hal 56

Bahan :
350 gr tepung terigu protein tinggi
50 gr tepung ketan hitam
100 gr kentang kukus, haluskan
1 1/2 sendok teh ragi instan
15 gram susu bubuk
50 gram gula pasir
1 butir telur
145 ml air es
30 gram margarin (sy pake butter salted)
1 sdt garam
minyak untuk menggoreng
100 gram white cooking chocolate, lelehkan untuk pencelup (sy ngga pake)
50 gram milk cooking chocolate, lelehkan untuk hiasan

Cara :
1. Campur tepung terigu, tepung ketan hitam, kentang, ragi instan, susu bubuk, dan gula pasir. Aduk rata
2. Tambahkan telur dan air es sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. Masukkan margarin dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 15 menit. Kempiskan adonan
3. Timbang masing-masing 30 gram. Diamkan 10 menit. Kempiskan adonan. Lubangi tengahnya. Letakkan di loyang yang ditabur sedikit tepung terigu. Diankan 40 menit sampai mengembang.
4. Goreng dalam minyak padat yang sudah dipanaskan sampai matang
5. Celup donat ke white cooking chocolate leleh. Hias dengan coretan milk cooking chocolate leleh. (sy ngga pake, tinggal tabur dengan gula halus)

Rasanya sih oke, lembut, cuman kalau disimpen sampai besok udah mulai keras. Hhmmm.. not my fav one . Soriii.. :). Tapi untuk cemilan, boleh laaah...



Oya, tadinya sy bikin ini juga sekalian mau ikutan Donat Week-nya NCC. Tapi kalau ngga salah cuman sampe tgl 14 feb deh. Bikinnya sih sebelum itu, tapi belum sempet posting dan edit2.. jadinya ngga ikutan deh. :D

Monday, January 26, 2009

KBB #9 :Classic Puff Pastry

Tantangan KBB kali ini host-nya : Mae dan Rahmah, dengan tema pastry (lagiii??). Iiihhh sereeemm.. ini bener2 yang harus lipat melipat, rolling sana-sini. Bisa ngga ya? Kalau ngga berani bukan KBB namanya, iya kan?

Sy sengaja mengerjakannya sore hari, karena cuaca disini lagi hot banget. Lumayan deh, ada libur 2 hari menyambut Imlek. Jadi kalau begadang pun, besoknya masih bisa nyantei-nyantei dirumah. Barang2 pertempuran sudah disiapkan, malah butter unsalted favorit- si Orchid itu tuh- dibawa dari bandung waktu pulkam kemaren hehehe.. Disini mana adaaaa :P



Classic Puff Pastry (Pate Feuilletee)
Source: King Arthur Flour 200th Anniversary Cookbook

Versi asli disini

4 cups unbleached all purposed flour/plain flour (or 3 ½ cups all-purposed/plain flour + ½ cup cornstarch/cornflour)
4 sticks unsalted butter ( ½ stick chilled, the rest at room temperature)
1 – 2 tsp salt (1 for sweet, 2 for savory)
1 ¼ cups cold water (or substitute it with 1 Tbs lemon juice for 1 water if you wish to further temper the gluten in the flour)


Dough: (sy pake bahasa indonesia aja yah, versi asli silahkan liat di link atas)
---------
Ambil 3 ½ cup terigu dari terigu campuran tadi.
½ stick mentega dingin, potong2 kecil2 dan masukkan ke dalam tepung.

Remas-remas mentega atau gunakan dua buah pisau, blender (dengan fungsi pastry) atau menggunakan jari-jari anda, hingga menyerupai remah-remah roti atau cornmeal.
Tambahkan garam (dan sari jeruk nipis, jika pakai) ke dalam air dan masukkan campuran ini ke dalam tepung terigu.

review :
Sampai disini, belum ada masalah. Hanya saja, sy mencampur garam langsung ke adonan terigu. Baru kemudian ditambahkan air (+ air jeruk lemon) sedikit-sedikit, misalnya 1/2 cup air setiap penambahan kedalam terigu. Karena kelembaban terigu berbeda-beda. Adonan sy pun hanya memerlukan 1 cup air saja.




Aduk perlahan memakai garpu hingga adonannya tercampur rata dan tidak melekat di sisi2 mangkuk. Jika masih memerlukan air, tambahkanlah sesendok makan setiap kali penambahan hingga adonan tercampur rata.

Letakkan adonan ke atas permukaan/meja yang sudah ditaburi tepung, dan uleni hingga lembut dan gluten-nya sudah terbentuk, sekitar 2-3 menit. Bungkus dengan plastik dan biarkan dingin di kulkas selama 30 menit.




Butter
---------
3 1/2 stick mentega (suhu ruang)
1/2 cup terigu dari campuran terigu tadi

Campur keduanya hingga tercampur rata dan lembut.
Anda bisa mencampur kedua bahan ini dengan menggunakan mixer, FP atau sendok, tangan.
(saya mencampurnya dengan menggunakan sendok kayu)




Campur adonan ini sambil ditepuk-tepuk dan dijadikan segiempat dengan ukuran 8 inci di atas waxed paper yang sudah ditepungi.
Tutup dengan selembar waxed paper lagi dan dinginkan di kulkas kurleb 30 menit.
Dengan mencampur tepung dan mentega, anda menstabilkan adonan supaya tidak meleleh.



review :
sepertinya nih, supaya adonan nanti tidak bocor-bocor pas digiling, lebih baik butter block dibuat lebih kecil ukurannya. Yang versi ini kan jadinya besar, beberapa kali lihat di you tube rata2 mereka membentuk butter block-nya lebih kecil tapi tebal.

Rolling-Folding
----------------
Keluarkan adonan dari kulkas dan letakkan di atas permukaan/meja yang sudah ditepungi.
Gilas perlahan ke samping hingga membentuk segiempat kurleb 12 inci.
Letakkan balok mentega/tepung tadi di tengah2 adonan yang sudah berbentuk segiempat, sehingga sudut-sudut balok menunjuk ke sisi-sisi adonan tadi.

Lipat sudut adonan ke atas balok mentega/tepung sehingga setiap sudut adonan bertemu di satu titik di tengah2nya.
Lekatkan sisi-sisi adonan ini satu sama lainnya.
Balikkan adonan segiempat ini dan tepuk2 perlahan menggunakan rolling pin atau tangan membentuk persegi panjang.

Gilas adonan hingga membentuk persegi panjang yang lebih lebar dengan ukuran 20 inci ukuran panjang dan 10 inci ukuran lebar.

Jika adonan sudah pada ukuran yang benar, lipat sepertiga adonan bagian bawah ke tengah-tengah adonan, begitu juga sepertiga adonan bagian atas lipat ke arah tengah adonan, kemudian putar adonan ¼ putaran ke arah kanan, sehingga kelihatan seperti sebuah buku yang siap dibuka. Jika adonan masih bagus dan dingin serta masih relaks, gilas sekali lagi dan lipat seperti tadi. (Jika masih terlalu lunak dan tidak dapat digilas lagi, bungkus/tutup, letakkan ke atas loyang dan dinginkan di kulkas selama 15 menit, sebelum digilas dan dilipat seperti tadi).

Jika anda sudah sukses menggilas dan melipatnya dua kali, berarti anda sudah menyelesaikan 2 turns. Classic puff pastry turn 6 kali.
Lanjutkan mendinginkan adonan selama 2 kali turning (atau lebih jika diperlukan—misalnya jika adonan terlalu lembek) hingga 6 turns sudah diselesaikan.



Review:

Pfiiiiuuuuhhh... ini bagian terberat!!!
Lipatan pertama ngga ada masalah, tapi ternyata adonan terasa sudah mulai lembek. Masih bisa lanjut ke lipatan kedua. Whuaah.. udah mulai ada yang bocorrrr. Tempel2 terigu disana-i lumayan membantu. Bagian yang bocor terutama malah bagian atas dan ujung atas/bawah.
Akhirnya masuk freezer. Hhmmm... ternyata harusnya masuk chiller aja yaa??

Lanjut ke lipatan ketiga.. keempat.. duuhh tambah cepet aja jarak antara giling sama bocor. Maksudnya baru giling sebentar si lubang udah terbentuk lagi. Memang ngga disetiap tempat, tapi bikin bete. Butternya nempel2 di rolling pin.. huhu.. sayanggg :(

Diresep ditulisnya kan masuk ke kulkasnya 15 menit, tapi ternyata kalau cuman segitu masih lembek. Jadi, setiap kali masuk freezer butuh waktu sekitar 1/2 jam. Giling2 memakan waktu juga, karena harus pelan-pelaaannn..

Saat sedang nunggu lipatan ke-4 didinginkan.. kantuk menyerang hebat. Tapi pantang menyerah. Pokoknya harus diselesaikan malam ini juga. Akhirnya selesai juga tuh sampai lipatan keenam, sambil ngedengerin bunyi petasan dan kembang api yang merayakan Imlek.

*Chill
--------
Jika sudah selesai 6 kali turning, letakkan adonan di kulkas dan dinginkan selama sekurang2nya 1 jam hingga semalaman sebelum dibentuk.

*Shaping
----------
Setelah selesai didinginkan, adonan dapat dibentuk menjadi croissants, patty shells, twists, straws, dsb. Sisa2nya dapat didinginkan lagi dan digilas lagi.




Untuk sementara, sy baru menggunakan 1/2 adonan pastry untuk dibentuk menjadi croissant, cheese stik pastry, cheese roll, poppy seed pretzel..

Batch yang pertama dibikin croissant, ternyata hasil jadinya ngga terlalu ngembang ya? Jadinya ukuran kecil2 deh, krn tadinya sy pikir bakalan ngembang :D. Dan tampaknya kok agak bantat?? Layernya ada sih tapi dibeberapa tempat jadi sepeti pie crust gitu hanya saja lebih crunchy.

Mungkin agak bermasalah dengan oven tangkring. Pertama ngeset di suhu tinggi, tapi ternyata ketinggian, termometer oven terus nanjak tuh suhunya. Diturunkan malah keliatannya ngga stabil gitu deh panasnya.

Nah waktu ngebakar yang cheese stick nitip ke suami, tapi ternyata malah gosong :D. Kriuk-kriuk siiihh..

Yang asik versi Poppy Seed Pretzel.
Dapat resepnya dari bukunya Yeni Ismayani : Kue kering Pastry.
Campur : poppy seed, garam, paprika bubuk dan keju parut. Taburkan diatas pastry yang sebelumnya diolesi kuning telur.




Akhirnyaaaa... lulus nih :D


Blog Widget by LinkWithin