Friday, November 25, 2011

KBB #26: Panettone (Traditional Italian Christmas bread)


Haiiii.. lama tidak blogging kangen berat nih. really miss it!
Tantangan kali ini temanya pas banget buat temen-temen yang mau merayakan natal/tahun baru, karena Panettone disajikan disaat holiday season. Jadi, yang mau merasakan suasana seperti di eropa sana, dicobain aja yuukk.. saya juga belom pernah tahu tekstur dan rasa yang sebenarnya seperti apa. Jadi, ngga tahu juga ini udah bener apa belom, atau udah mendekati tekstur dan rasa aslinya atau belom  haahaaa..



Panettone
Source: The Worldwide Gourmet

Bahan :
1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi) = 11 gram ragi kering
65 ml (1/4 cup) gula
6 tbsp air hangat
6 kuning telur
Lemon zest dari 1 buah lemon
Sejumput garam
500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu
100 ml (6 sdm) potongan candied peel
100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega
4 sdm sultana
4 sdm currant (beri - berian )
1 sdt vanilla

Cara Membuat :

  • Masukan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian  mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit.

  • Masukan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan. Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.

  • Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket.
  • Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit. Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.

  • Kempiskan adonan, tambakan candied lemon peel, kismis dan currants kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.
  • Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar, masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya. Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang, Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut.

  • Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.
  • Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang.



Campuran ragi + air + gula saya masukkan kedalam oven yang sebelumnya dihangatkan sebentar, karena suhu ruangan saat bikin adonan lagi dingiiin banget. tuuh lihat mengembangnya bagus banget kan. Oya, kalau berurusan dengan ragi, hati2 dengan kemasan yang sudah terbuka lama. Bisa-bisa raginya udah ngga bagus lagi alias masuk angin hehehe...


Saya bingung nih sama adonannya, setelah masuk terigu (padahal dimasukinnya pun sedikit demi sedikit ngga langsung plek semua takaran masuk), tapi baru 1/2 bagian terigu aja ini adonan udah kering dan mawur alias misah-misah gitu tidak homogen. Padahal di resep dibilang sampai adonan dapat dibulatkan. Jadinya ngga berani nambah terigu karena khawatir semakin kering. Temen-temen yang lain bahkan bilangnya sih harus ditambah cairannya. Tapi dipikir-pikir, sama aja kan antara formula yang pertama yaitu cairan ditambah dengan formula yang kedua yaitu terigu dikurangi. hhhmmm... belom ada yang nanggepin pertanyaan saya ini, mungkin ngga crusial juga kaliii :D.

Setelah ditambah butter, tekstur adonannya malah berminyak. Ini juga ngga tau kenapa begitu. Butter saya tambahkan dalam keadaan suhu ruang, sudah dipotong kecil-kecil juga. Cumaann... memang waktu mengulenin tidak sampai 10 menit hehehe.. soalnya kok merasa tambah alot aja adonannya, bukannya tambah elastis. Sudahlah langsung diistirahatkan saja. bikin 1/2 resep masuk ke loyang 12cm yang sebelumnya diberi kertas roti yang mengelilingi bagian dalam loyang.







Tekstur aslinya konon antara roti dan cake. Memang iya sih, cake ngga roti pun ngga. Resep yang ini menurut lidah saya sih rasanya sedikit plain, tapi karena kandungan buah-buahnya jadinya pas. Kalau ditambahin lebih banyak malah mungkin lebih asik nih panettone nya.

oya, sebenernya saya bikin 2x. Tadinya mau lihat sukses atau ngga nya karena sayang si buah-buahannya kalau gagal xixixiii... Batch pertama dimasukin ke cup muffin kertas. Keliatannya ngga terlalu mengembang, tapi setelah dimakan justru serat-serat rotinya lebih jelas. Karena ngga puas dengan penampilannya, akhirnya langsung bikin 1/2 resep lagi. Nah yang kedua ini nguleninnya kalau ngga salah inget memang lebih sebentar daripada yang pertama. Hasilnya seperti di foto ini, keliatan kan tekstur cake nya.. Orang rumah lebih doyang tekstur yang pertama, yang berserat roti.

next time harus nyoba resep yang lain aaaaahhhh....
Happy Holiday...... 




Saturday, October 1, 2011

Assorted Mochi

Inget mochi inget cianjur kali ya? soalnya selain terkenal sama macam-macam asinan, juga oleh-oleh mochi-nya. Uniknya si mochi dimasukin ke besek kecil trus ditumpuk kira-kira 5 kotak. Dulu sih rasanya enak banget, tapi perasaan sekarang udah beda deh, udah ukurannya jadi kecil trus isinya juga seuprit :( .

Trus sekarang pun di Jakarta (kota lain udah ada belom ya?) udah mulai menjamur yang jualan mochi. Rasanya bermacam-macam deh. Ada wijen hitam, kacang tanah, kacang merah, dan masih banyak lagi deh. Kemasannya juga lucu-lucuuuu...

Berawal dari adonan kue kering yang gagal, daripada sayang dibuang jadi diolah buat isian mochi. Kebetulan inget pernah ada resepnya di majalah sedap. Maniak banget yah, perasaan tiap ada resep baru selalu dari majalah sedap deh xixixix... Dilarang protes! ;P

Naahh.. setelah percobaan pertama itu, orang-orang di rumah pada nagih. mochi-mochiiiii.....
Yuk ah diibikin...

Assorted mochi

Penasaran pengen nyoba mochi green tea aaahh... Mumpung stok green tea masih numpuk. Hasilnya sih saya doyan, tapi orang-orang dirumah pada ngga demen :D. Sebagian dari adonan kita bikin rasa ketan hitam. Cuman sayang, wijen hitamnya entah sembunyi dimana jadi akhirnya dibalut sama cincangan kacang mede. Yang versi ini ngga terlalu saya rekomen deh.


Green tea & Strawberry Mochi

Di majalah sedap 3/XII/2011, ada berbagai macam rasa mochi. Mulai dari isi ganache coklat, mochi strawberry, ketan hitam isi kacang hijau, atau mochi kacang wijen.
Naahh.. yang pertama kali bikin itu pake yang polos aja adonannya dengan isian adonan kuker full cincangan kacang mede. Hasilnya enyaakkk.. kenyalnya pas dan isiannya pastinya mantap. yaa gimana ngga mantap isinya campuran butter+kacang mede+gula+terigu matang :D. Mochi yang polos saya ambil dari resep Mochi ganache coklat.

Mochi ganache cokelat
sumber: majalah sedap 3/XII/2011, p: 103

Bahan kulit :
200 gram tepung ketan
10 gram tepung beras
100 gram gula pasir
180 ml air
1/4 sdt garam
10 gram mentega putih

bahan isi : (saya ngga pake)
25 gram mentega tawar
20 ml krim kental
200 gram dark cooking chocolate, potong-potong
2 sdm rhum

bahan taburan:
50 gram maizena, sangrai 5 menit dengan api kecil

cara membuat:
1. Buat isi: panaskan mentega. Tambahkan krim kental dan dark cooking chocolate. Aduk sampai cokelat larut. Tambahkan rhum. Dinginkan di freezer. Bentuk bola-bola dengan sendok. Dinginkan lagi dalam freezer.
2. Campur tepung ketan dan tepung beras.
3. Aduk gula pasir, air, garam, dan mentega. Tuang ke campuran tepung. Aduk rata sampai kalis. Saring
4. Kukus 20 menit dalam pinggan tahan panas. Aduk-aduk dengan sendok kayu. Kukus lagi 15 menit.
5. Angkat dan kocok sampai lembut dengan mixer spiral.
6. Ambil sedikit adonan. Pipihkan dengan bantuan plastik. Beri isi. Bentuk bola. Gulingkan diatas taburan.
7. Dinginkan dalam lemari es.


Untuk yang mochi green tea dan strawberry, pakai resep dibawah ini. Resepnya dibagi dua, basic isiannya sama, hanya saja yang hijau diberi bubuk green tea sedangkan yang pink karena tidak punya essens strawberry jadinya hanya diberi pewarna saja :D.

Mochi Strawberry
sumber: majalah sedap 3/XII/2011, p: 104

Bahan kulit :
200 gram tepung ketan
15 gram tepung beras
100 gram gula pasir
200 ml air
1/4 sdt garam
10 gram mentega putih
4 tetes pewarna merah muda (untuk yang green tea diberi pewarna hijau)

Bahan isi:
150 gram ubi putih, kukus dan haluskan (saya : ngga punya stok ubi, jadi pakai kentang kukus)
100 ml susu cair
25 gram gula pasir
1/8 sdt esens stroberi (untuk yang green tea: beri bubuk green tea sedikit)
3 tetes pewarna merah muda (untuk yang green tea: diberi pewarna hijau muda)

Bahan taburan:
25 gram maizena, sangrai 5 menit dengan api kecil, dinginkan

Cara membuat:
1. Isi : campur ubi, susu cair, gula pasir, esens stroberi, pewarna merah muda, dan garam. Masak sambil diaduk sampai lembut. Angkat. Bentuk bola-bola seberat 6 gram. sisihkan
2. Kulit, campur air, gula, garam, pewarna merah muda, dan mentega putih. Aduk rata.
3. Tuang ke campuran tepung ketan dan tepung beras. Aduk rata.
4. Saring dengan saringan halus sampai rata. Masukkan ke dalam mangkuk tahan panas.
5. Kukus 25 menit di atas api sedang. Angkat. Aduk-aduk dengan sendok kayu. Kukus lagi 15 menit.
6. Angkat dan mixer 2 menit dengan mixer spiral sampai lembut. Biarkan dingin.
7. Ambil 15 gram adonan. Pipihkan. Beri isi. Bentuk bola-bola. Gulingkan di atas maizena.

Silahkan mencoba.... dan selamat memilih mana yang cocok... :D



Friday, September 30, 2011

KBB #25 : Scones for KBB 4th birthday


ooowwwww... i'm in the last minute of publishing this challenge for KBB birthday *shame*

Sudah 4 tahun saya ikut bergabung di Klub Berani Baking, selain dapat teman-teman yang seru, heboh, kompak, juga selalu dapat ilmu tentang baking. Tidak rugi deh join di KBB, beneran ngga bohong :D.
Naahh.. untuk tema tantangan kali ini adalah Devonshire Party Tea, sebuah sajian minum teh khas Inggris yang konon berasal dari daerah Devon, dimana scones disajikan bersama clotted cream dan selai. Kenapa party? karena kita kan lagi ulang tahuuunn... :D.

Sebetulnya dulu saya pernah mencoba resep dari Kraft : Cheese Biscuit yang ternyata termasuk golongan scones ini. Enak banget loh, cuman karena kali ini harus disajikan bersama selai dan krim jadi mau tidak mau nyari resep yang plain atau manis. Lihat dilemari ada kismis nih, okey pilihan jatuh ke Sultana Scones (baca: Raisin Scones). Soalnya kalau sultana itu kismis yang kuning, sedangkan kalau kismis yang hitam itu namanya raisin. Dulu saya juga bingung kok ada yang namanya sultana, padahal yang saya tahu sultana itu jenis kue kering yang dijual kemasan itu loh wkwkwwk...

Scones


Sultana Scones
sumber : Muffins, scones & teacakes. Periplus mini cookbooks. p:24

Preparation time: 25 minutes
cooking time : 12 minutes
makes : 12

2 cups self-raising flour (saya : 2 cup terigu segitiga + 3 sdt BPDA + 1/2 sdt garam)
30 g butter, cut into small pieces
1/3 cup caster sugar
1/4 cup sultanas (saya: kismis)
1 egg, lightly beaten (saya: 1 kuning telur, pemanfaatan sisa kuning telur soalnya :D )
150 ml milk

Directions:
1. Preheat oven to very hot (220 der C). Sift flour into a large bowl. Add butter and rub in lightly with fingertips.
2. Mix in sugar and sultanas. Combine egg and milk. Make a well in the centre of the flour. Pour in liquid all at once, reserving about a teaspoon for glazing. Mix quickly to a soft dough.
3. Turn onto a floured board (use self-raising flour). Knead lightly. Press or roll out to form a round about 2 cm thick.
4. Cut using a floured plain round cutter or cut into triangles using a floured knife. Place on a grease oven tray and glaze with milk. Bake for 10-12 minutes. Cool on wire rack. Serve buttered.

Percobaan pertama, bikin pagi-pagi sebelum berangkat ke kantor. Oven sudah dipasang lebih dari suhu yang diminta soalnya si oven listrik ini emang ajaib. Saat sudah 15 menit, udah mulai kuning tapi belum kecoklatan jadi saya tambah lagi waktunya. Setelah dilihat lagi wah bagus nih coklatnya, tapi pas diangkat bawahnya kok masih belum kering. Tambah lagi deh waktunya, belum juga bunyi tuh oven tapi pas ditengok kok udah mulai coklat bangettt. Oalaaaaahhh... ternyata yang kepasang api atas bukan api bawah *tepok jidat*. Hasilnya sih enak, tapi ya itu penampilan kurang menarik.

Percobaan kedua, adonan diatas saya bagi dua. Satu bagian tetep dikasih kismis, satu bagian lagi saya tambahkan dengan 1/2 sdt kayu manis. Tapi tetep euyy.. dengan oven ini waktu pemanggangan bisa 3 kali lipat lebih lama dari seharusnya. Jadi si scones teksturnya lebih crumble gitu deh. Meskipun rasanya tetep enaakk.. :D

Yuuukk mari ber-scones ria.. asal jangan sampai ber-stone ria aja hehehee....

Monday, July 25, 2011

puding coklat

Chocolate is my favorit food. Mau dijadikan apapun tetep enak.. Kalau dibikin puding coklat? hhhmmm.. buat saya sih langsung keinget sama puding coklatnya hokben. Entah kenapa, menurut lidah saya itu puding kok enak banget yaa... lembut, manisnya pas dan nyoklaaattt *slurrrppp*

Pas browsing sana-sini mampirlah di blognya mba Vania, yang kesohor kalau makanan-makanan yang sudah terpajang disana pastilah sedap dan maknyus. Cobain yuukk..



Pudding coklat
dari blognya Mbak Vania
Source: Detikfood~Kontributor: Odilia Winneke, resep ini diposting di mailist NCC

600 ml susu cair
25 g cokelat bubuk
100 g cokelat masak pekat, cincang
100 g gula pasir
1 bungkus (7 g) agar-agar bubuk putih
2 kuning telur ayam, kocok

Saus:
500 ml susu cair
100 g gula pasir
50 g cokelat masak pekat, cincang
1 sdm kopi bubuk instan
1 kuning telur ayam, kocok
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
(saya: ditambah dengan biji vanili, jadi sausnya cantik ada bintik2 hitam)

Cara membuat:

• Taruh susu, cokelat bubuk, cokelat masak, gula, dan agar-agar dalam panci.
• Jerangkan di atas api sedang sambil aduk-aduk hingga cokelat larut dan susu mendidih. Kecilkan api.
• Ambil sedikit adonan panas, campur dengan kuning telur hingga rata.
• Tuangkan kembali ke dalam adonan susu. Masak hingga mendidih. Angkat.
• Aduk-aduk hingga uapnya hilang. Tuangkan ke dalam cetakan bervolume 125 ml (6 buah)  yang sudah dibasahi air matang. Biarkan hingga dingin.
• Simpan dalam lemari es hingga saat disajikan.
• Sajikan puding dengan sausnya.

Saus:
• Rebus susu, gula, cokelat, dan kopi hingga mendidih.
• Ambil sedikit adonan panas, campur dengan kuning telur, aduk rata.Tuangkan kembali ke dalam adonan susu.
• Tuangi larutan maizena, aduk-aduk hingga kental. Angkat dan dinginkan.

Resep telah dicoba di dapur uji rasa detikfood

Hasilnya? hhhmmmm..... enyaaaakkkk...

Thursday, June 2, 2011

Baked Apple Crumble

Minggu ini Salma dan papah ngga datang ke Garut, begitu juga saya dan Maira ngga pergi ke Bandung. Bukan kesengajaan memang, tapi kok semuanya serba kebetulan. Hari senin besok Salma UAS, si papah juga kecapean bolak-balik Bandung-Garut minggu ini, minggu depan saya ada acara simposium, dan terakhir ini sih ngga sengaja.. kok saya tiba-tiba tidak enak badan.

Awalnya sih sejak setelah makan gehu yang super duper pedas, gile itu makanan pedesnya bikin nonjok. Bukan pedes yang shuhaaahh di mulut, tapi panas di perut. Sejak itu badan jadi meriang, mungkin juga siih sebelumnya udah ngga enak badan trus ditambah kejadian itu makin drop deh. Alhasil dua hari hanya "doing nothing" di rumah. Berdiri lama aja langsung keleyengan :D..

Tapi nih, kalau hari libur tidak menghasilkan sesuatu dari dapur kayaknya kok aneh banget deh. Berasa ada yang kurang. Trus keinget waktu itu pernah liat resep apel panggang di majalah sedap. Liat di kulkas ada apel pula, udah deh langsung dikaryakan. Meskipun akhirnya bikinnya dibantu sama kakak saya nih *thanks sis* karena masih lemess ternyata hehehe...

Baked apple crumble

Baked Apple Crumble
Source : majalah sedap 11/X/2009

bahan :
300 gram apel, buang bijinya, potong panjang (sofie : potong kotak2 saja)
1 sdm gula palem
1/2 sdt kayu manis bubuk
2 sdm mentega tawar, lelehkan
2 sdt kulit jeruk lemon
2 sdt air jeruk lemon

bahan taburan :
60 gram mentega tawar dingin
2 sdm gula tepung (sofie: pake gula palem, biar warnanya ngga pucet)
60 gram tepung terigu protein sedang
100 gram almond slice (sofie: secukupnya buat taburan doang)
30 gram havermut

cara :
1. Aduk rata apel, gula palem, kayumanis., mentega tawar, kulit jeruk lemon, dan air jeruk lemon.
2. Tuang di pinggan tahan panas yang dioles tipis dengan margarin.
3. Aduk rata bahan taburan sampai berbutir. Taburkan ke atas campuran apel
4. Oven 20 menit dengan suhu 170 derC sampai matang.

Baked apple crumble

Gampang kan? Hasilnya yummyyy... aroma kayumanisnya dicampur sama apel yang berasa manis dan asem seger jeruk lemon bikin nagiiihh...

Baked apple crumble
Blog Widget by LinkWithin