Friday, September 30, 2011

KBB #25 : Scones for KBB 4th birthday


ooowwwww... i'm in the last minute of publishing this challenge for KBB birthday *shame*

Sudah 4 tahun saya ikut bergabung di Klub Berani Baking, selain dapat teman-teman yang seru, heboh, kompak, juga selalu dapat ilmu tentang baking. Tidak rugi deh join di KBB, beneran ngga bohong :D.
Naahh.. untuk tema tantangan kali ini adalah Devonshire Party Tea, sebuah sajian minum teh khas Inggris yang konon berasal dari daerah Devon, dimana scones disajikan bersama clotted cream dan selai. Kenapa party? karena kita kan lagi ulang tahuuunn... :D.

Sebetulnya dulu saya pernah mencoba resep dari Kraft : Cheese Biscuit yang ternyata termasuk golongan scones ini. Enak banget loh, cuman karena kali ini harus disajikan bersama selai dan krim jadi mau tidak mau nyari resep yang plain atau manis. Lihat dilemari ada kismis nih, okey pilihan jatuh ke Sultana Scones (baca: Raisin Scones). Soalnya kalau sultana itu kismis yang kuning, sedangkan kalau kismis yang hitam itu namanya raisin. Dulu saya juga bingung kok ada yang namanya sultana, padahal yang saya tahu sultana itu jenis kue kering yang dijual kemasan itu loh wkwkwwk...

Scones


Sultana Scones
sumber : Muffins, scones & teacakes. Periplus mini cookbooks. p:24

Preparation time: 25 minutes
cooking time : 12 minutes
makes : 12

2 cups self-raising flour (saya : 2 cup terigu segitiga + 3 sdt BPDA + 1/2 sdt garam)
30 g butter, cut into small pieces
1/3 cup caster sugar
1/4 cup sultanas (saya: kismis)
1 egg, lightly beaten (saya: 1 kuning telur, pemanfaatan sisa kuning telur soalnya :D )
150 ml milk

Directions:
1. Preheat oven to very hot (220 der C). Sift flour into a large bowl. Add butter and rub in lightly with fingertips.
2. Mix in sugar and sultanas. Combine egg and milk. Make a well in the centre of the flour. Pour in liquid all at once, reserving about a teaspoon for glazing. Mix quickly to a soft dough.
3. Turn onto a floured board (use self-raising flour). Knead lightly. Press or roll out to form a round about 2 cm thick.
4. Cut using a floured plain round cutter or cut into triangles using a floured knife. Place on a grease oven tray and glaze with milk. Bake for 10-12 minutes. Cool on wire rack. Serve buttered.

Percobaan pertama, bikin pagi-pagi sebelum berangkat ke kantor. Oven sudah dipasang lebih dari suhu yang diminta soalnya si oven listrik ini emang ajaib. Saat sudah 15 menit, udah mulai kuning tapi belum kecoklatan jadi saya tambah lagi waktunya. Setelah dilihat lagi wah bagus nih coklatnya, tapi pas diangkat bawahnya kok masih belum kering. Tambah lagi deh waktunya, belum juga bunyi tuh oven tapi pas ditengok kok udah mulai coklat bangettt. Oalaaaaahhh... ternyata yang kepasang api atas bukan api bawah *tepok jidat*. Hasilnya sih enak, tapi ya itu penampilan kurang menarik.

Percobaan kedua, adonan diatas saya bagi dua. Satu bagian tetep dikasih kismis, satu bagian lagi saya tambahkan dengan 1/2 sdt kayu manis. Tapi tetep euyy.. dengan oven ini waktu pemanggangan bisa 3 kali lipat lebih lama dari seharusnya. Jadi si scones teksturnya lebih crumble gitu deh. Meskipun rasanya tetep enaakk.. :D

Yuuukk mari ber-scones ria.. asal jangan sampai ber-stone ria aja hehehee....

Monday, July 25, 2011

puding coklat

Chocolate is my favorit food. Mau dijadikan apapun tetep enak.. Kalau dibikin puding coklat? hhhmmm.. buat saya sih langsung keinget sama puding coklatnya hokben. Entah kenapa, menurut lidah saya itu puding kok enak banget yaa... lembut, manisnya pas dan nyoklaaattt *slurrrppp*

Pas browsing sana-sini mampirlah di blognya mba Vania, yang kesohor kalau makanan-makanan yang sudah terpajang disana pastilah sedap dan maknyus. Cobain yuukk..



Pudding coklat
dari blognya Mbak Vania
Source: Detikfood~Kontributor: Odilia Winneke, resep ini diposting di mailist NCC

600 ml susu cair
25 g cokelat bubuk
100 g cokelat masak pekat, cincang
100 g gula pasir
1 bungkus (7 g) agar-agar bubuk putih
2 kuning telur ayam, kocok

Saus:
500 ml susu cair
100 g gula pasir
50 g cokelat masak pekat, cincang
1 sdm kopi bubuk instan
1 kuning telur ayam, kocok
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
(saya: ditambah dengan biji vanili, jadi sausnya cantik ada bintik2 hitam)

Cara membuat:

• Taruh susu, cokelat bubuk, cokelat masak, gula, dan agar-agar dalam panci.
• Jerangkan di atas api sedang sambil aduk-aduk hingga cokelat larut dan susu mendidih. Kecilkan api.
• Ambil sedikit adonan panas, campur dengan kuning telur hingga rata.
• Tuangkan kembali ke dalam adonan susu. Masak hingga mendidih. Angkat.
• Aduk-aduk hingga uapnya hilang. Tuangkan ke dalam cetakan bervolume 125 ml (6 buah)  yang sudah dibasahi air matang. Biarkan hingga dingin.
• Simpan dalam lemari es hingga saat disajikan.
• Sajikan puding dengan sausnya.

Saus:
• Rebus susu, gula, cokelat, dan kopi hingga mendidih.
• Ambil sedikit adonan panas, campur dengan kuning telur, aduk rata.Tuangkan kembali ke dalam adonan susu.
• Tuangi larutan maizena, aduk-aduk hingga kental. Angkat dan dinginkan.

Resep telah dicoba di dapur uji rasa detikfood

Hasilnya? hhhmmmm..... enyaaaakkkk...

Thursday, June 2, 2011

Baked Apple Crumble

Minggu ini Salma dan papah ngga datang ke Garut, begitu juga saya dan Maira ngga pergi ke Bandung. Bukan kesengajaan memang, tapi kok semuanya serba kebetulan. Hari senin besok Salma UAS, si papah juga kecapean bolak-balik Bandung-Garut minggu ini, minggu depan saya ada acara simposium, dan terakhir ini sih ngga sengaja.. kok saya tiba-tiba tidak enak badan.

Awalnya sih sejak setelah makan gehu yang super duper pedas, gile itu makanan pedesnya bikin nonjok. Bukan pedes yang shuhaaahh di mulut, tapi panas di perut. Sejak itu badan jadi meriang, mungkin juga siih sebelumnya udah ngga enak badan trus ditambah kejadian itu makin drop deh. Alhasil dua hari hanya "doing nothing" di rumah. Berdiri lama aja langsung keleyengan :D..

Tapi nih, kalau hari libur tidak menghasilkan sesuatu dari dapur kayaknya kok aneh banget deh. Berasa ada yang kurang. Trus keinget waktu itu pernah liat resep apel panggang di majalah sedap. Liat di kulkas ada apel pula, udah deh langsung dikaryakan. Meskipun akhirnya bikinnya dibantu sama kakak saya nih *thanks sis* karena masih lemess ternyata hehehe...

Baked apple crumble

Baked Apple Crumble
Source : majalah sedap 11/X/2009

bahan :
300 gram apel, buang bijinya, potong panjang (sofie : potong kotak2 saja)
1 sdm gula palem
1/2 sdt kayu manis bubuk
2 sdm mentega tawar, lelehkan
2 sdt kulit jeruk lemon
2 sdt air jeruk lemon

bahan taburan :
60 gram mentega tawar dingin
2 sdm gula tepung (sofie: pake gula palem, biar warnanya ngga pucet)
60 gram tepung terigu protein sedang
100 gram almond slice (sofie: secukupnya buat taburan doang)
30 gram havermut

cara :
1. Aduk rata apel, gula palem, kayumanis., mentega tawar, kulit jeruk lemon, dan air jeruk lemon.
2. Tuang di pinggan tahan panas yang dioles tipis dengan margarin.
3. Aduk rata bahan taburan sampai berbutir. Taburkan ke atas campuran apel
4. Oven 20 menit dengan suhu 170 derC sampai matang.

Baked apple crumble

Gampang kan? Hasilnya yummyyy... aroma kayumanisnya dicampur sama apel yang berasa manis dan asem seger jeruk lemon bikin nagiiihh...

Baked apple crumble

Monday, May 23, 2011

KBB #23: Chessy Fun

Yaaayyy.... it's KBB time again..



Tidak berasa yah udah waktunya bikin tantangan di KBB lagi. Kali ini temanya serba keju, ada ricotta, ada maskarpone.. ooopppsss... *liat isi dompet*. Selain keju, isiannya ada manisan aprikot, sultana (temennya kismis), dan kacang-kacangan. Pfiiuuhh.. lumayan kelas berat nih ongkosnya :D.

Tapi ngga masalah, karena hasilnya ternyata enaaaakkkkssss.... Cheese cake-nya ngga mblenger atau mahteg (bener nulisnya ngga ya?), soalnya kadang cheese cake suka bikin eneg. Versi ini rasa kejunya pas, bercampur dengan asem seger dari lemon, dan manis buah aprikot + sultana. Cheese cake-nya dibalut oleh crusty kacang beraroma kayu manis + brown sugarnya bikin klepek-klepeeekkk...

Lemon cheese cake

Lemon Cheesecake
Sumber: Successful Baking
Untuk 8-10 porsi

Bahan-bahan : (sy bikin untuk 250 gr ricotta, yang lainnya menyesuaikan)

¼ cup port (sejenis wine) --> sofie: air jeruk lemon
¼ cup orange juice (sofie: air jeruk sunkist)
75g sultanas
150g mascarpone
400g ricotta
125g gula kastor
2 btr telur, pisahkan kuning dan putihnya
3 buah lemon, parut kulitnya
60g tepung terigu
80g manisan apricot, iris tipis

Crust:
30g mentega tawar
185g kacang2an, haluskan (sofie: kacang mede)
8 sdt gula kastor
4 sdt dark brown sugar
½ sdt bubuk kayu manis
¼ sdt bubuk mixed spice (sofie : bumbu lapis legit)


Panaskan oven 170C. Siapkan loyang ukuran 23cm (sofie: loyang 20cm), olesi dasar dan sisi2 loyang dengan mentega leleh. Alasi dasar loyang dengan baking paper, lalu olesi mentega leleh.

Panasi port, orange juice, dan sultanas di dalam panci selama 5 menit. Angkat dari api, tutup dan biarkan selama 15 menit.

Crust: panaskan mentega hingga leleh, masukkan kacang2an, semua gula dan rempah-rempah; aduk rata. Letakkan di dasar dan sisi loyang, tekan-tekan supaya padat dan melekat.

Kocok mascarpone dan ricotta hingga lembut, lalu masukkan gula, kuning telur dan parutan kulit jeruk, lalu masukkan tepung, aduk hingga rata dan lembut. Masukkan campuran sultanas-port-orange juice dan apricots.

Kocok putih telur di dalam mangkuk yang bersih dan bebas lemak hingga soft peaks. Masukkan putih telur kocok ke dalam campuran keju. Tuang ke dalam loyang, ratakan permukaannya.

Letakkan loyang ke atas loyang oven/loyang biscuit (oven tray/baking tray), panggang selama 1 jam, atau hingga permukaan cheesecake set tengah2nya dan berwarna emas kecoklatan di sekelilingnya. Matikan oven. Biarkan cheesecake di dalam oven dengan pintu dibuka sedikit selama 50-60 menit.

Keluarkan cheesecake dari oven. Gunakan pisau tumpul secara perlahan ke sekeliling cheesecake, lalu biarkan hingga betul2 dingin. Keluarkan cheesecake dari loyang dan dinginkan dalam kulkas selama 2 jam sebelum disajikan.

Tips: olesi mentega leleh ke sekeliling loyang agak tebal sehingga crust kacang akan terbalut secara merata.


LCC proses 1


Proses bikin crust-nya lumayan ngabisin waktu. Sebelum dihaluskan, kacang mede dipanggang sebentar karena menurut mbak Emma Isti kacang sebaiknya dipanggang dulu supaya harum kacangnya lebih keluar. Tapi jangan terlalu lama supaya nanti pas dipanggang dengan cheese cakenya si crust ngga gampang gosong. Kacangnya dihaluskan betul yah, soalnya kalau masih kasar nanti gampang ambyar crust-nya.

LCC proses 2

Bikin cheese cake ngga terlalu masalah. Tinggal ikutin resep, jadi deh...
Yang lama lagi yaitu saat memanggang. Setelah selesai memanggang, cake harus tetap didalam oven. Biarkan dingin, masuk kulkas. Kalau belum set trus dicoba dikeluarkan dari loyang, resiko ancur crust-nya. Saya tidak punya springform, jadi pakai loyang biasa saja tapi dasar dan pinggir bagian dalam loyang dialasi dengan aluminium foil dulu. Tetep bisa kok.. hanya memang harus lebih hati-hati mengeluarkannya.


Lemon cheese cake

Oya, sebelumnya saya ikutan ngerjain bareng-bareng temen KBB bandung di rumahnya Lina. Yang bisa ikut cuman berenam aja, tapi tetep seru kok. Sambil nunggu cake mateng, ngegosip ngalor ngidul dengan mulut ngga berhenti ngunyah. Seruuu.... Tapi karena saya udah keburu ada yang ngejemput, ngga sempet foto hasil akhirnya. Jadi mini LCC dibawa ke rumah, tapi sayang pas difoto kok hasil jepretannya ancurrr *huhuhu* udah nungging sana-sini juga tetep aja jelek. Tapi jadi ada alesan buat ngebikin ulang, padahal emang karena doyaaann heheheh....


mini Lemon Cheese Cake



Updated:
Di facebook, mba arfi bilang lihat email. Ada apa nih? buru2 deh cek disana, dan ternyataaa... wwwooooowww... dapet logo dibawah ini nih *jingkrak-jingkrak*. Makasiiih yaaa mbaa..

Thursday, April 14, 2011

Poffertjes

Pagi hari tanpa pergi kerja enaknya leyeh-leyeh dulu, sambil menikmati snack ringan hangat. hhhmmmm..... sedaaapppp....
Beberapa waktu yang lalu di BB grup sempet rame sama racun poffertjes, waktu itu juga udah sempet bikin tapi sekarang mau nyobain wajan takoyaki baru. Bukan punya saya sih, punyanya mamah tuh dapet hadiah karena beli alat apaan gitu. Daripada nganggur kita berdayakan saja toh?

Resepnya pake punya mba Emma Isti, tapi saya modifikasi sedikit digabung sama resepnya teh Uceu. Tumben nih saya modif2 resep, soalnya paling ngga bisa tuh ngerubah resep :D.

poffertjes
Poffertjes
sumber : Emma Isti (modifikasi oleh Sofie)

200 gr terigu (saya : 175 gram terigu + 25 gram maizena + 1/2 sdt baking powder)
35-40 gr gula pasir (saya : 80 gram)
250 ml susu cair
2 btr telur (kocok hingga berbuih)
1 sdt ragi instan
1/2 sdt garam
75 gram butter (cairkan)

cara membuat:
1. campur tepung, ragi dan gula, garam aduk rata, buat lubang ditengahnya.
2. tuang susu sedikit demi sedikit ke dalam tepung aduk hingga licin/tidak bergerinjil.
3. kocok telur hingga cukup mengembang, masukkan kedalam adonan terigu dan ragi, aduk rata dan diamkan 20-30 menit.
4. sebelum dibakar tambahkan butter yang telah dicairkan, aduk rata.
5. panaskan cetakan poffertjes yang telah dioles tipis mentega/minyak
6. tuang adonan, biarkan setengah matang, tambahkan adonan lagi kemudian balik dan matangkan sisi yang lainnya.
7. angkat bila kedua sisinya sudah matang, sajikan sesuai selera.
 
Awal-awal nuang adonan, saya lumayan kesulitan untuk membuat bentuknya supaya bulat. Karena terlalu mateng, atau kurang banyak ngisinya. Ada yang bentuknya bulat peang, ada yang setengah bulat hehehehe...
Lama-lama jadi lumayan kenal kapan harus ngebaliknya, meskipun saya rasa bulatnya kurang seksyiihh.. Dan ternyata, kesalahan saya ada di step ke-6. Disana disuruh tambah adonan lagi baru dibalik, lah saya ngga ditambah adonannya... oalaaahhh....

 poffertjes

Meskipun bentuknya tidak bulat sempurna, tapi hasilnya enaaakkk.... *narsis*
Blog Widget by LinkWithin