Showing posts with label dessert. Show all posts
Showing posts with label dessert. Show all posts

Saturday, October 1, 2011

Assorted Mochi

Inget mochi inget cianjur kali ya? soalnya selain terkenal sama macam-macam asinan, juga oleh-oleh mochi-nya. Uniknya si mochi dimasukin ke besek kecil trus ditumpuk kira-kira 5 kotak. Dulu sih rasanya enak banget, tapi perasaan sekarang udah beda deh, udah ukurannya jadi kecil trus isinya juga seuprit :( .

Trus sekarang pun di Jakarta (kota lain udah ada belom ya?) udah mulai menjamur yang jualan mochi. Rasanya bermacam-macam deh. Ada wijen hitam, kacang tanah, kacang merah, dan masih banyak lagi deh. Kemasannya juga lucu-lucuuuu...

Berawal dari adonan kue kering yang gagal, daripada sayang dibuang jadi diolah buat isian mochi. Kebetulan inget pernah ada resepnya di majalah sedap. Maniak banget yah, perasaan tiap ada resep baru selalu dari majalah sedap deh xixixix... Dilarang protes! ;P

Naahh.. setelah percobaan pertama itu, orang-orang di rumah pada nagih. mochi-mochiiiii.....
Yuk ah diibikin...

Assorted mochi

Penasaran pengen nyoba mochi green tea aaahh... Mumpung stok green tea masih numpuk. Hasilnya sih saya doyan, tapi orang-orang dirumah pada ngga demen :D. Sebagian dari adonan kita bikin rasa ketan hitam. Cuman sayang, wijen hitamnya entah sembunyi dimana jadi akhirnya dibalut sama cincangan kacang mede. Yang versi ini ngga terlalu saya rekomen deh.


Green tea & Strawberry Mochi

Di majalah sedap 3/XII/2011, ada berbagai macam rasa mochi. Mulai dari isi ganache coklat, mochi strawberry, ketan hitam isi kacang hijau, atau mochi kacang wijen.
Naahh.. yang pertama kali bikin itu pake yang polos aja adonannya dengan isian adonan kuker full cincangan kacang mede. Hasilnya enyaakkk.. kenyalnya pas dan isiannya pastinya mantap. yaa gimana ngga mantap isinya campuran butter+kacang mede+gula+terigu matang :D. Mochi yang polos saya ambil dari resep Mochi ganache coklat.

Mochi ganache cokelat
sumber: majalah sedap 3/XII/2011, p: 103

Bahan kulit :
200 gram tepung ketan
10 gram tepung beras
100 gram gula pasir
180 ml air
1/4 sdt garam
10 gram mentega putih

bahan isi : (saya ngga pake)
25 gram mentega tawar
20 ml krim kental
200 gram dark cooking chocolate, potong-potong
2 sdm rhum

bahan taburan:
50 gram maizena, sangrai 5 menit dengan api kecil

cara membuat:
1. Buat isi: panaskan mentega. Tambahkan krim kental dan dark cooking chocolate. Aduk sampai cokelat larut. Tambahkan rhum. Dinginkan di freezer. Bentuk bola-bola dengan sendok. Dinginkan lagi dalam freezer.
2. Campur tepung ketan dan tepung beras.
3. Aduk gula pasir, air, garam, dan mentega. Tuang ke campuran tepung. Aduk rata sampai kalis. Saring
4. Kukus 20 menit dalam pinggan tahan panas. Aduk-aduk dengan sendok kayu. Kukus lagi 15 menit.
5. Angkat dan kocok sampai lembut dengan mixer spiral.
6. Ambil sedikit adonan. Pipihkan dengan bantuan plastik. Beri isi. Bentuk bola. Gulingkan diatas taburan.
7. Dinginkan dalam lemari es.


Untuk yang mochi green tea dan strawberry, pakai resep dibawah ini. Resepnya dibagi dua, basic isiannya sama, hanya saja yang hijau diberi bubuk green tea sedangkan yang pink karena tidak punya essens strawberry jadinya hanya diberi pewarna saja :D.

Mochi Strawberry
sumber: majalah sedap 3/XII/2011, p: 104

Bahan kulit :
200 gram tepung ketan
15 gram tepung beras
100 gram gula pasir
200 ml air
1/4 sdt garam
10 gram mentega putih
4 tetes pewarna merah muda (untuk yang green tea diberi pewarna hijau)

Bahan isi:
150 gram ubi putih, kukus dan haluskan (saya : ngga punya stok ubi, jadi pakai kentang kukus)
100 ml susu cair
25 gram gula pasir
1/8 sdt esens stroberi (untuk yang green tea: beri bubuk green tea sedikit)
3 tetes pewarna merah muda (untuk yang green tea: diberi pewarna hijau muda)

Bahan taburan:
25 gram maizena, sangrai 5 menit dengan api kecil, dinginkan

Cara membuat:
1. Isi : campur ubi, susu cair, gula pasir, esens stroberi, pewarna merah muda, dan garam. Masak sambil diaduk sampai lembut. Angkat. Bentuk bola-bola seberat 6 gram. sisihkan
2. Kulit, campur air, gula, garam, pewarna merah muda, dan mentega putih. Aduk rata.
3. Tuang ke campuran tepung ketan dan tepung beras. Aduk rata.
4. Saring dengan saringan halus sampai rata. Masukkan ke dalam mangkuk tahan panas.
5. Kukus 25 menit di atas api sedang. Angkat. Aduk-aduk dengan sendok kayu. Kukus lagi 15 menit.
6. Angkat dan mixer 2 menit dengan mixer spiral sampai lembut. Biarkan dingin.
7. Ambil 15 gram adonan. Pipihkan. Beri isi. Bentuk bola-bola. Gulingkan di atas maizena.

Silahkan mencoba.... dan selamat memilih mana yang cocok... :D



Monday, July 25, 2011

puding coklat

Chocolate is my favorit food. Mau dijadikan apapun tetep enak.. Kalau dibikin puding coklat? hhhmmm.. buat saya sih langsung keinget sama puding coklatnya hokben. Entah kenapa, menurut lidah saya itu puding kok enak banget yaa... lembut, manisnya pas dan nyoklaaattt *slurrrppp*

Pas browsing sana-sini mampirlah di blognya mba Vania, yang kesohor kalau makanan-makanan yang sudah terpajang disana pastilah sedap dan maknyus. Cobain yuukk..



Pudding coklat
dari blognya Mbak Vania
Source: Detikfood~Kontributor: Odilia Winneke, resep ini diposting di mailist NCC

600 ml susu cair
25 g cokelat bubuk
100 g cokelat masak pekat, cincang
100 g gula pasir
1 bungkus (7 g) agar-agar bubuk putih
2 kuning telur ayam, kocok

Saus:
500 ml susu cair
100 g gula pasir
50 g cokelat masak pekat, cincang
1 sdm kopi bubuk instan
1 kuning telur ayam, kocok
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
(saya: ditambah dengan biji vanili, jadi sausnya cantik ada bintik2 hitam)

Cara membuat:

• Taruh susu, cokelat bubuk, cokelat masak, gula, dan agar-agar dalam panci.
• Jerangkan di atas api sedang sambil aduk-aduk hingga cokelat larut dan susu mendidih. Kecilkan api.
• Ambil sedikit adonan panas, campur dengan kuning telur hingga rata.
• Tuangkan kembali ke dalam adonan susu. Masak hingga mendidih. Angkat.
• Aduk-aduk hingga uapnya hilang. Tuangkan ke dalam cetakan bervolume 125 ml (6 buah)  yang sudah dibasahi air matang. Biarkan hingga dingin.
• Simpan dalam lemari es hingga saat disajikan.
• Sajikan puding dengan sausnya.

Saus:
• Rebus susu, gula, cokelat, dan kopi hingga mendidih.
• Ambil sedikit adonan panas, campur dengan kuning telur, aduk rata.Tuangkan kembali ke dalam adonan susu.
• Tuangi larutan maizena, aduk-aduk hingga kental. Angkat dan dinginkan.

Resep telah dicoba di dapur uji rasa detikfood

Hasilnya? hhhmmmm..... enyaaaakkkk...

Thursday, June 2, 2011

Baked Apple Crumble

Minggu ini Salma dan papah ngga datang ke Garut, begitu juga saya dan Maira ngga pergi ke Bandung. Bukan kesengajaan memang, tapi kok semuanya serba kebetulan. Hari senin besok Salma UAS, si papah juga kecapean bolak-balik Bandung-Garut minggu ini, minggu depan saya ada acara simposium, dan terakhir ini sih ngga sengaja.. kok saya tiba-tiba tidak enak badan.

Awalnya sih sejak setelah makan gehu yang super duper pedas, gile itu makanan pedesnya bikin nonjok. Bukan pedes yang shuhaaahh di mulut, tapi panas di perut. Sejak itu badan jadi meriang, mungkin juga siih sebelumnya udah ngga enak badan trus ditambah kejadian itu makin drop deh. Alhasil dua hari hanya "doing nothing" di rumah. Berdiri lama aja langsung keleyengan :D..

Tapi nih, kalau hari libur tidak menghasilkan sesuatu dari dapur kayaknya kok aneh banget deh. Berasa ada yang kurang. Trus keinget waktu itu pernah liat resep apel panggang di majalah sedap. Liat di kulkas ada apel pula, udah deh langsung dikaryakan. Meskipun akhirnya bikinnya dibantu sama kakak saya nih *thanks sis* karena masih lemess ternyata hehehe...

Baked apple crumble

Baked Apple Crumble
Source : majalah sedap 11/X/2009

bahan :
300 gram apel, buang bijinya, potong panjang (sofie : potong kotak2 saja)
1 sdm gula palem
1/2 sdt kayu manis bubuk
2 sdm mentega tawar, lelehkan
2 sdt kulit jeruk lemon
2 sdt air jeruk lemon

bahan taburan :
60 gram mentega tawar dingin
2 sdm gula tepung (sofie: pake gula palem, biar warnanya ngga pucet)
60 gram tepung terigu protein sedang
100 gram almond slice (sofie: secukupnya buat taburan doang)
30 gram havermut

cara :
1. Aduk rata apel, gula palem, kayumanis., mentega tawar, kulit jeruk lemon, dan air jeruk lemon.
2. Tuang di pinggan tahan panas yang dioles tipis dengan margarin.
3. Aduk rata bahan taburan sampai berbutir. Taburkan ke atas campuran apel
4. Oven 20 menit dengan suhu 170 derC sampai matang.

Baked apple crumble

Gampang kan? Hasilnya yummyyy... aroma kayumanisnya dicampur sama apel yang berasa manis dan asem seger jeruk lemon bikin nagiiihh...

Baked apple crumble

Monday, May 23, 2011

KBB #23: Chessy Fun

Yaaayyy.... it's KBB time again..



Tidak berasa yah udah waktunya bikin tantangan di KBB lagi. Kali ini temanya serba keju, ada ricotta, ada maskarpone.. ooopppsss... *liat isi dompet*. Selain keju, isiannya ada manisan aprikot, sultana (temennya kismis), dan kacang-kacangan. Pfiiuuhh.. lumayan kelas berat nih ongkosnya :D.

Tapi ngga masalah, karena hasilnya ternyata enaaaakkkkssss.... Cheese cake-nya ngga mblenger atau mahteg (bener nulisnya ngga ya?), soalnya kadang cheese cake suka bikin eneg. Versi ini rasa kejunya pas, bercampur dengan asem seger dari lemon, dan manis buah aprikot + sultana. Cheese cake-nya dibalut oleh crusty kacang beraroma kayu manis + brown sugarnya bikin klepek-klepeeekkk...

Lemon cheese cake

Lemon Cheesecake
Sumber: Successful Baking
Untuk 8-10 porsi

Bahan-bahan : (sy bikin untuk 250 gr ricotta, yang lainnya menyesuaikan)

¼ cup port (sejenis wine) --> sofie: air jeruk lemon
¼ cup orange juice (sofie: air jeruk sunkist)
75g sultanas
150g mascarpone
400g ricotta
125g gula kastor
2 btr telur, pisahkan kuning dan putihnya
3 buah lemon, parut kulitnya
60g tepung terigu
80g manisan apricot, iris tipis

Crust:
30g mentega tawar
185g kacang2an, haluskan (sofie: kacang mede)
8 sdt gula kastor
4 sdt dark brown sugar
½ sdt bubuk kayu manis
¼ sdt bubuk mixed spice (sofie : bumbu lapis legit)


Panaskan oven 170C. Siapkan loyang ukuran 23cm (sofie: loyang 20cm), olesi dasar dan sisi2 loyang dengan mentega leleh. Alasi dasar loyang dengan baking paper, lalu olesi mentega leleh.

Panasi port, orange juice, dan sultanas di dalam panci selama 5 menit. Angkat dari api, tutup dan biarkan selama 15 menit.

Crust: panaskan mentega hingga leleh, masukkan kacang2an, semua gula dan rempah-rempah; aduk rata. Letakkan di dasar dan sisi loyang, tekan-tekan supaya padat dan melekat.

Kocok mascarpone dan ricotta hingga lembut, lalu masukkan gula, kuning telur dan parutan kulit jeruk, lalu masukkan tepung, aduk hingga rata dan lembut. Masukkan campuran sultanas-port-orange juice dan apricots.

Kocok putih telur di dalam mangkuk yang bersih dan bebas lemak hingga soft peaks. Masukkan putih telur kocok ke dalam campuran keju. Tuang ke dalam loyang, ratakan permukaannya.

Letakkan loyang ke atas loyang oven/loyang biscuit (oven tray/baking tray), panggang selama 1 jam, atau hingga permukaan cheesecake set tengah2nya dan berwarna emas kecoklatan di sekelilingnya. Matikan oven. Biarkan cheesecake di dalam oven dengan pintu dibuka sedikit selama 50-60 menit.

Keluarkan cheesecake dari oven. Gunakan pisau tumpul secara perlahan ke sekeliling cheesecake, lalu biarkan hingga betul2 dingin. Keluarkan cheesecake dari loyang dan dinginkan dalam kulkas selama 2 jam sebelum disajikan.

Tips: olesi mentega leleh ke sekeliling loyang agak tebal sehingga crust kacang akan terbalut secara merata.


LCC proses 1


Proses bikin crust-nya lumayan ngabisin waktu. Sebelum dihaluskan, kacang mede dipanggang sebentar karena menurut mbak Emma Isti kacang sebaiknya dipanggang dulu supaya harum kacangnya lebih keluar. Tapi jangan terlalu lama supaya nanti pas dipanggang dengan cheese cakenya si crust ngga gampang gosong. Kacangnya dihaluskan betul yah, soalnya kalau masih kasar nanti gampang ambyar crust-nya.

LCC proses 2

Bikin cheese cake ngga terlalu masalah. Tinggal ikutin resep, jadi deh...
Yang lama lagi yaitu saat memanggang. Setelah selesai memanggang, cake harus tetap didalam oven. Biarkan dingin, masuk kulkas. Kalau belum set trus dicoba dikeluarkan dari loyang, resiko ancur crust-nya. Saya tidak punya springform, jadi pakai loyang biasa saja tapi dasar dan pinggir bagian dalam loyang dialasi dengan aluminium foil dulu. Tetep bisa kok.. hanya memang harus lebih hati-hati mengeluarkannya.


Lemon cheese cake

Oya, sebelumnya saya ikutan ngerjain bareng-bareng temen KBB bandung di rumahnya Lina. Yang bisa ikut cuman berenam aja, tapi tetep seru kok. Sambil nunggu cake mateng, ngegosip ngalor ngidul dengan mulut ngga berhenti ngunyah. Seruuu.... Tapi karena saya udah keburu ada yang ngejemput, ngga sempet foto hasil akhirnya. Jadi mini LCC dibawa ke rumah, tapi sayang pas difoto kok hasil jepretannya ancurrr *huhuhu* udah nungging sana-sini juga tetep aja jelek. Tapi jadi ada alesan buat ngebikin ulang, padahal emang karena doyaaann heheheh....


mini Lemon Cheese Cake



Updated:
Di facebook, mba arfi bilang lihat email. Ada apa nih? buru2 deh cek disana, dan ternyataaa... wwwooooowww... dapet logo dibawah ini nih *jingkrak-jingkrak*. Makasiiih yaaa mbaa..

Thursday, March 31, 2011

KBB #22: Brudel Menado with Spun Sugar


KBB emang hebat dehhh... Kali ini ilmu saya bertambah di sugar art. Haiyaaa bahasanya keren xixixi... Tapi betul deh, sekarang saya jadi tahu apa yang namanya Spun Sugar. Coba kalau kita nanya ke om google atau mang yahoo dengan keyword spun sugar, triiinggg...! muncul deh dekorasi-dekorasi yang cantik aduhai sampe mangap lupa nutup mulut *oops*.

Spun sugarnya pake resep yang dikirim lewat surat cinta KBB. Nah si spun sugar ini harus digabungkan dengan makanan khas indonesia (yang di-baking tentu saja). Tadinya pengen nyobain bikin kue sus ditumpuk-tumpuk yang dikenal dengan nama croqoumbouche, tapi ngga jadi hehe.. Trus tiba-tiba pada rame ngomongin soal Brudel Manado, cake yang beragi. Lucu yah? cake kok pake ragi.. jadi ini khas dari daerah timur Indonesia sana, teksturnya antara roti dan cake. Enak juga looh.. pas banget buat dijadiin temen ngeteh di sore hari.

Brudel Manado with Spun Sugar


Brudel Manado
source : Jane Sipasulta

Bahan:
5 1/2 gls terigu
5 btr telur
1 1/2 gls gula pasir
1 gls susu bubuk
100gr margarin
2 gls air hangat
1 bks fermipan (ragi instan)

Cara membuat:
1. Campur bahan kering (terigu, gula, susu, ragi) jadi satu.
2. Tambahkan margarin, setelah itu masukkan telur. Kalo males ngaduk, bisa pake mixer dgn kecepatan sedang.
3. Tambahkan air hangat sedikit2. Aduk rata.
4. Tuang di loyang yg sudah dioles mentega dan ditabur terigu (catatan: adonan ini bakal ngembang, jd masukkan setengah loyang saja, kalo ngga bisa luber kemana-mana)
5. Diamkan kurang lebih setengah jam, sampai adonan naik.
6. Panggang di oven sampai matang.
7. Setelah matang, keluarkan dari oven. Langsung oleskan margarin di permukaan kue yg masih panas.





 oya, gambar step by step brudel diatas pake resepnya yang di-share sama Rieke. Tapi menurut saya (atau saya salah bikinnya), hasil akhirnya terlalu berremah gitu. Jadi, saya bikin lagi pake resepnya mba Jane dan hasilnya lebih lembut tuh.

Sugar Syrup

(Silakan pilih:)
Medium use 1 ¼ cups sugar to 1 cup water.
Heavy use 1 ¼ cups sugar to ⅞ cup water.

Step :

1. Heat the sugar syrup to 311 F then plunge into a pan of cold water to halt the cooking process.
2. Cover your work surface with parchment paper. Holding a rolling pin in one hand over the paper, dip the whisk into the sugar syrup and flick it back and forth over the rolling pin so that railing threads are formed.
3. Gently gather up the strands and fold them back over the rolling pin. Loosen and lift them or slide them off the pin gently.
4. Break the sugar in half and gently shape each half as desired in your hands. 



Percobaan pertama bikin si spun gagal, gulanya mengkristal huhuhu... ternyata ngga boleh dikocok sama sekali. Padahal saya cuman ngocoknya pas suhu udah 310 der F. Untung bikinnya dikit, sepersekiannya dari resep diatas. Trus saya bikin lagi, tanpa termometer gula, tanpa kocok atau digoyang sama sekali sampai mulai ada warna kekuningan. Langsung dimatikan apinya, tapi tidak direndam ke air dingin si pantat pancinya. Dibiarkan begitu saja sampai turun suhunya. Trus busa yang putih2 di permukaannya, saya ambil dengan punggung sendok. Oya, waktu di batch pertama, ternyata si termometer bisa pengaruh jadi mengkristal deh. soalnya secara ngga sengaja saat membetulkan posisi termo yang melorot, yang miring-miring dsb, seperti mengaduk-aduk cairan gula kan?

Batch kedua ini ternyata berhasiiiilll.. horray!. Si spun sugar alias angel hair alias rambut nenek kalau temen2 di grup bilang sih, muncul dengan cantiknya diantara dua gagang panci. Eehh.. para keponakan langsung pada asik berkreasi sendiri tuh, sampe abis si gulanya. Saya sih cepet-cepet buat motret hasil jadinya, karena ternyata gampang meleyot dan lumer gitu euuyy.. hiks.. jadi cuman beberapa foto yang bisa diambil.

spun sugar


eh logo lulusnya mana yaahh???



Monday, January 31, 2011

KBB #21 : Creme Brulee

Krem apaan??? Bule?
Apaan tuh kata ibu mertua :D. Saya jawab pokoknya yang krimi-krimi gitu deh, lah... saya juga belom pernah nyobain kok hehehe...

Canggih bener deh, kalau bukan karena KBB kapan jugaa saya bakalan nyoba bikin yang ginian. Keren kan?


Cek bahan dan alat dulu deh : krim (cek!), telor (cek!), vanila pods (cek!), susu... laaahh kok susunya menghilang. Minta beliin ke warung sama orang rumah, ternyata yang rasa vanila. hhmm.. ngga apa-apa kali ya, kan jadi berasa vanila nya heheh... Resep asli kang Jamie pake Rhubarb. Tapi berhubung di Indo mah ngga pernah nemu yang namanya rhubarb, resep boleh dimodifikasi sesuai keinginan. Yaayy! Tadinya mau dipake strawberry aja biar gampang nyarinya, eh ternyata pas liat di kulkas ada tergeletak 2 buah peach dengan malasnya karena tidak ada yang menyentuh *halaahh*. Hhhhmmm... nampak yummy dong buat dibikin jadi Peach Creme Brulee.


Yuk ah mari, mulai semangat masuk dapur buat ngerjain pe-er. Udah mepet banget harus laporan ke host yang dari awal udah ngejar-ngejar melulu. Ngejarnya cuman lari-lari doang sih masih lumayan, kalau ngejarnya pake bawa-bawa senjata blow torch kan ngeri tuh... wawkwkwkw.... *ampun Miiiirrrr...*.
Karena baru pertama kali bikin, saya pakai 1/2 resep dulu aja deh. 

Peach creme brulee

Creme Brulee
Source: Jamie Oliver: The Naked Chef 2
Serves 6

300g fresh rhubarb (saya ganti : buah peach)
3 Tbs caster sugar
2 vanilla pods
300ml double cream (saya pake cream merek Anchor)
200ml full fat milk (saya pake low fat rasa vanila)
8 egg yolks
80g sugar

Preheat the oven to 140C/275F/Gas 1. Roughly slice up the rhubarb and place it in a pan with the caster sugar and 5 tablespoons of water. Simmer until tender, divide between 6 small serving dishes which your brulee will be cooked in, then set aside.

Score the vanilla pods lengthwise and run the knife up the pod to remove the vanilla seeds. Scrape these into the pan with the pods, cream and milk and slowly bring to the boil. Meanwhile beat together the yolks and the sugar in a bowl until light and fluffy. When the cream and milk are just boiling, remove the vanilla pods and add little by little to the egg mixture, whisking continuously. I like to remove any bubbles or froth from the mixture before dividing it into the serving dishes, on top of the rhubarb. Stand these in an appropriately sized roasting tray filled with water half way up the containers, and bake in the pre-heated oven for around 25 minutes until the custard mixture has set but is still slightly wobbly in the centre.

Allow to cool to room temperature then place in the fridge until ready to serve. Sprinkle with sugar and caramelize under a very hot grill or using a kitchen blowtorch. Lovely.


Bikinnya beneran cepet dan simple deh. Tapi yang tricky juga saat memanggang. Pada saat akan dimasukkan ke dalam ramekin, kang Jamie kan bilang:
"I like to remove any bubbles or froth from the mixture before dividing it into the serving dishes"
saya pikir cuman gelembung-gelembung doang, ternyata harus semua busa (froth) supaya hasilnya cantik mulus tidak berlubang-lubang permukaan atasnya. Soalnya kalau semuanya diambil kok sayang banget banyak yang kebuang hehehe... Trus diresep tertulis dipanggang selama 25menit, tapi ternyata di oven saya jadinya 1 jam. Saat dikeluarkan tengahnya masih agak goyang, dan simpan di kulkas sampai set.

Tuh kan keliatan permukaannya jadi berlubang-lubang gitu.

Karena tidak punya blowtorch dan tidak sempat untuk beli juga, jadi memanfaatkan api atas saja. Pake oven toaster cukup lah, soalnya kalau pake oven gede kok rasanya sayang banget, kan yang dipanggang hanya seloyang kecil saja. Cuman ngga terlalu berhasil nih, sepertinya si butiran gula pasirnya harus pilih yang halus banget jadi saat dipanggang bisa meleleh sempurna. Tuh lihat masih terlihat kristal-kristal si gula. Mau dibiarin lebih lama lagi takut terlalu gosong. Yah sudahlah..

Peach creme brulee


Peach creme brulee_1

Yang penting rasanya ternyata enak xixixixi.... maklum belum pernah nyobain. Pake peach enak loh, jadi ada rasa asem-asemnya gitu diantara manisnya si krembrule nya sendiri. Manisnya juga menurut lidah saya dan suami sih pas ya, ngga kemanisan. Cumaaaa.... ini waktu bikin kan di Bandung, selesei motret-motret karena mau pergi jalan-jalan (heheh.. jangan protes! maklum hidup di kampung) disimpen di kulkas dulu dong.. eeehh besoknya ngga kebawa kesini whuuaaaahhhhh..... padahal baru makan separoh mangkuk ajah :D


*pssttt.... sy kirimnya bener2 last minute... nuhun ah teh molly, udah ditungguin xixixi...*

Monday, July 26, 2010

Puding Buah Naga

Ada yang doyan sama Buah Naga?
Terus terang saya sih ngga terlalu suka ya. Soalnya kok rasanya plain gitu deh, mau yang putih atau yang merah ya tetep aja begitu..

Waktu bapak mertua saya ulang tahun ke 84, akhir juli kemaren, banyak banget kiriman buah yang mampir dirumah. Diantaranya ya si buah naga ini. Karena dirumah ngga ada yang suka, alhasil cuman jadi pajangan aja tuh. Meskipun sudah dibagi-bagiin ke orang-orang dapur tetep aja masih numpuk.

Puding Buah Naga

Puding Buah Naga
Sumber : Primarasa, Seribu Rasa Puding

Bahan:
Sirup gula (symple syrup)
Daging buah naga merah dan putih, potong-potong untuk pelengkap (jika suka)

Bahan Puding putih:
300 gram daging buah naga merah
300 ml air
1 bungkus (7gram) agar-agar bubuk putih
150 gram gula pasir
450 ml yoghurt rasa leci (karena ngga punya yoghurt, diganti dengan susu cair 400 cc + 1 sdm air jeruk lemon)

Bahan puding merah :
300 gram daging buah naga putih
750 ml air (saya kurangi airnya karena memakai jelly bukan agar-agar)
200 gram gula pasir
1 bungkus (7gram) agar-agar bubuk merah (saya ganti dengan jelly rasa strawberry)
2 sdt air jeruk lemon/nipis

Cara membuat

1. siapkan cetakan puding volume 2L. Basahi dengan sedikit air matang

2. Puding Putih : taruh buah naga merah dalam wadah, lumatkan buah menggunakan garpu, sisihkan (saya : hanya dipotong2 kotak saja). Taruh air, agar-agar, dan gula pasir dalam panci, aduk rata. Jerang diatas api sedang. Masak hingga mendidih dan gula larut, angkat. Tambahkan yoghurt, aduk rata. Tuang secara bertahap ke dalam cetakan bergantian dengan buah naga merah hingga adonan dan buah naga merah habis. biarkan hingga puding agak mengeras.

3. Puding merah : iris-iris kecil daging buah naga putih bentuk dadu 1 cm atau sesuai selera, sisihkan. Masukkan air, gula dan agar-agar dalam panci, jerang di atas api. Masak diatas api sedang sambil diaduk hingga mendidih, angkat. Tambahkan air jeruk lemon/nipis, aduk rata.

4. Tuang adonan puding merah keatas adonan puding putih, tambahkan buah naga putih, biarkan hingga mengeras.

5. Keluarkan puding dari cetakan, potong-potong. Sajikan puding dengan sirop gula dan pelengkap potongan buah naga.

Note : karena saya memakai jelly bukan agar-agar merah, jadi susunannya dibalik. Yang didasar loyang adalah bahan merah baru dilapis dengan bahan putih, supaya saat dibalik ke piring bagian yang merah ada diatas.

Ternyata enak looh.. rasanya seger, asem manis gitu deh. Ngga sempet bikin symple syrupnya karena si puding udah keburu abisss.. So, yang mau memberdayakan buah naga dirumah silahkan dicoba resepnya :)

Saturday, March 6, 2010

Srikaya Labu Kuning

Beberapa hari yang lalu, waktu ke warung beli sayuran kok tiba-tiba ngiler liat labu kuning ya. Tumben-tumbennya nih. Tadinya mau beli separo aja, tapi kata penjualnya ngga boleh soalnya ntar suka jadi busuk. Iya juga sih, ya udah deh dibeli semua aja eh maksudnya sebuletan itu :D.

Berhubung cuman bertiga, dibikin kolak pun si labu masih nyisa banyak. Bingung mau diapain. Akhirnya googling nyari resep2 berbahan labu. Dan nyasar di MPnya mba Renny karena nemu resep Pumpkin Srikaya. Aslinya sih katanya namanya puding labu parang, tapi kok diliat ditilik dan dicoba rasanya seperti srikaya.  Jadi, saya namakan juga Srikaya labu kuning deh :)

Srikaya Labu Kuning

Srikaya Labu Kuning

sumber : Renny 


Bahan :
400 g labu parang yang tua (sy pake labu kuning )
4 butir telur ayam
100 ml santan kental (pake yang instan aja hehe..)
75 g gula pasir
(saya tambahkan vanila ekstrak)

Cara membuat :
1. Kupas labu, buang bijinya, potong-potong. Kukus labu dalam kukusan panas selama 20 menit hingga lunak.
2. Angkat labu, haluskan selagi panas.
3. Campur labu dengan telur, santan dan gula hingga rata.
4. Taruh dalam 4 gelas/mangkuk saji. Kukus dalam kukusan panas selama 30 menit.
5. Sajikan hangat atau dingin

Saus Santan : (saya ngga pake)
Rebus jadi satu , aduk hingga matang dan mengental :

200 ml santan kental
1 lembar daun pandan, potong-potong
1/2 sdt garam
1/2 sdm tepung maizena larutkan dengan sedikit air.


Puding labu

Karena mangkuk tahan panas saya jumlahnya pada ajaib, dan dandang pun ngga punya ngga gede, dari 1 resep ini jadi 2 ramekin kecil, 1 ramekin jumbo dan 2 mangkuk sup ceper. Hasilnya emang enak loh, teksturnya sama seperti srikaya tapi tanpa bau telor dan labunya pas banget tastenya. Eh mungkin ngga berasa bau telor karena saya kasih vanila ekstrak ya? hehehe.. tapi yang pasti neng Salma doyan. Satu ramekin kecil itu ludes dalam beberapa suap saja, maklum dia mah antik ngga terlalu doyan ngemil kalo ngga disodor-sodorin. 

Srikaya Labu Kuning


Friday, February 19, 2010

My obsession for French Macaron

wwwhhuuuuuaaaaaahhhhh.....

Kenapa susah banget sih bikin french macaron? Judulnya desperado  nih :(
Liat hasil karya orang laen kok kayaknya gampang-gampang aja tuh mereka bikinnya. Sret sret sret jadi deh.. Kalau saya mah, sret sret sret.. ancurrrr...

Waktu sekitar pertengahan tahun 2008, pas kita mau pindahan ke Bangka ini, di milis KBB tiba-tiba rame ngomongin si FM ini. Berhubung lagi heboh banget pindah pulau, trus peralatan lenong (baca: oven) belum ada alias belum beli, ya jadinya ngga ikutan deh. Trus keinginan untuk nyobain bikin ternyata butuh effort yang gede banget, karena rasa takut gagal lebih gede daripada rasa ingin nyobanya hehehe....

Tapi secara ajaib, yang namanya keberanian tiba-tiba muncul. Mungkin karena bawaan orok kali yaa..  Setelah baca-baca, googling sana-sini, nekat bikin walaupun dengan peralatan lenong yang seadanya aja. Saya cuman punya otang alias oven tankring alias oven yang ngga punya pengukur suhu. Sedangkan katanya nih, suhu oven untuk bikin si FM ini bener-bener crucial.

Panduan, sharing dan tips dari Helen (Tartelette) di Desserts Magazine issue #2 asik banget deh... apalagi liat hasil bikinannya.. whuiihh.. bikin ngiler. Rasanya setelah bolak-balik baca petunjuknya, pede jadi naek beberapa level tuh. Tapi mau tau ngga hasilnya? xixixix... ampuuunnn deh, jauh dari pengharapan ternyata.

Sebelum liat hasil karya saya yang memalukan itu, mau mengkopi tips dari berbagai sumber yang sudah diubek-ubek nih :
  • bahan-bahan kering (almond bubuk dan gula halus) harus disaring, beberapa kali penyaringan akan lebih baik. Bubuk almond harus powdery, tidak boleh menggumpal. Supaya hasilnya lebih halus, almond dan gula halus digiling dengan pulse mode dalam food processor.
  • Pergunakan putih telur yang sudah dieram beberapa hari. Ada yang menyarankan sampai 3 hari dibiarkan di suhu ruang, tapi ada juga yang cukup 1 hari. Bahkan ada yang pernah nyoba tanpa dieram sama sekali. Tapi ada yang bilang juga, menggunakan putih telur segar lebih membuat makaron menjadi terlalu rapuh dan datar. Ayoo.. mau ngebandingin ada perbedaan hasil akhir dengan umur telur ngga?. Untuk info lebih lengkap lagi bisa ngubek-ngubek postingannya Veronica, Kitchen Musing, The macarons chronicles.
  • Adonan macaron harus mencapai konsistensi yang tepat yaitu seperti magma. It should flows like magma. Tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental. Pada saat mencetak macaron, adonan akan melebar dengan sendirinya. Jika muncul jambul (peak) diatasnya, tekan dengan ujung jari untuk meratakannya.
  • Setelah adonan dicetak, biarkan selama kurang lebih 1 jam. Ada juga yang menyarankan 30menit, malah kalau David Lebovitz sih langsung dibakar aja tuh si adonan. Tapi ini ternyata tergantung kelembaban udara setempat. Semakin lembab udara semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengistirahatkan adonan. Ini supaya adonan yang sudah dicetak tadi akan membentuk suatu lapisan kering dipermukaannya (forming a skin). Jadi sebelum memasukkannya ke dalam oven, coba dites dulu dengan cara menyentuh permukaan adonan macaron. Kalau sudah tidak menempel di tangan, berarti sudah siap untuk dibakar. 
  •   Untuk mencegah macaron menjadi hangus saat pengovenan, gunakan 2 lembar baking sheet dan biarkan pintu oven sedikit terbuka selama pembakaran atau setengah dari periode pembakaran (tergantung dari seberapa besar ukuran makaron atau resep yang dipakai).
  • Suhu oven harus stabil dan pergunakan suhu yang rendah. Ada yang mereferensikan 150 derajat celcius, ada juga yang memakai 160 derajat celcius. Gaulilah oven anda heheh... ini kata mutiara yang sering menggaung di milis2 tuh.

Okay.. let's see mine.. hohohoho....
Note : resep yang dipakai saya semuanya diambil dari resepnya Helen yang ada di Desserts magazine tadi.

Basic French Meringue Macarons
Source : Helen McSweeney, of Tartelette

3 egg whites or 100g weighed
50 gr granulated sugar
200 gr powdered sugar
110 gr Blanched almonds, whole or ground

1. In a stand mixer fitted with the whisk attachment, whip the egg whites to a foam, gradually add the sugar until you obtain a glossy meringue.
2. Combine the almonds and powdered sugar in a food processor and give them a quick pulse if you use already ground almonds (that you have ground yourself separately) It will break the powdered sugar lumps and combine your almonds with it evenly. If you use whole almonds, pulse thoroughly for a minute or so.
3. Add them to the meringue, and start to give quick strokes at first to break the mass and slow down. The whole process should not take more than 50 strokes. Test a small amount on a a plate: if the tops flatten on its own, you are good to go. If there is a small beak, give the batter a couple more folds.
4. Fill a pastry bag fitted with a plain tip with the batter and pipe small rounds (1.5 inches in diameter) onto
parchment paper baking sheets.
5. Preheat the oven to 300 degrees F. Let the macarons sit out for an hour to harden their shells a bit and bake for 10-12 minutes, depending on their size. Let them cool completely before filling.
6. Pipe or spoon some of your filling on one shell and sandwich with another one.


PERCOBAAN #1 :

Kembali memberdayakan green tea powder yang masih tersisa dan asik nongkrong di lemari dapur.
Saya hanya memakai 1/3 resep saja. Jadi hanya memerlukan 1 putih telur, dan hemat almond juga hehehe..
Untuk 1/3 resep ini, ditambahkan 2 sendok teh bubuk green tea.

Hasilnya? Gagal total!!!


green tea macaroon


Dari percobaan pertama ini, saya membuat banyak banget kesalahan.
1. Setelah didiamkan selama 1 jam, saya tidak cek dulu apakah si permukaan (shell) adonan sudah cukup kering atau belum.
2. Suhu oven yang tidak stabil. Karena sudah dipanaskan sebelumnya, dan ternyata si api terlalu besar. Jadi pada saat adonan akan dimasukkan, termometer menunjukkan kalau suhu otang saya sudah melewati 180 derajat. Saya kecilkan api, tapi adonan langsung dimasukkan tanpa menunggu suhu stabil dulu.
3. Setelah matang dan dikeluarkan dari oven, si macaron terlalu lama dibiarkan diatas loyang. Katanya sih jangan terlalu lama dibiarkan seperti itu, karena akan tambah susah ngelepasinnya.. (bener ngga yaaa?? hehehe.. moga2 bukan ajaran sesat ).
4. Bahan kering langsung saya masukkan dalam 1 tahapan. Padahal katanya harus bertahap juga mencampurkannya. Eh tapi liat di beberapa video, pada langsung cemplung semuanya saja tuh.. *garuk-garuk kepala ngga gatel*.
5. Apa lagi ya?? Jadi lupa.. ntar deh, kalau inget saya update lagi yaa.. hehehe..


green tea macaroon 
Macaron-nya berongga padahal tekstur dalamnya sih sudah chewy loh..

Untuk rasa sih.. udah doyaaaannnn bangett. Menurut lidah saya sih, manisnya cukup. Rasa almondnya itu looh.. hhmm.. yummy :D
Rasanya udah pernah baca apa penyebab macaron yang retak seperti punya saya ini. Tapi lupa bacanya dimana dan penyebabnya apa. Harus buka2 link lagi nih.. 

PERCOBAAN #2 :
Masih tetep pake 1/3 resep. Kali ini mencoba rasa coklat.
Hasilnya? Tetep gaggaaaalllll.... !!!

Chocolate macaroon

Lihat deh, atasnya masih ada crack. NO FEET!! *obviously*. Dan tetep lengket dan susah dilepas dari alas kertasnya oii...
Padahal nih, suhu oven udah lumayan stabil, ada diantara 150-160 derajat celcius.

Ada beberapa catatan dari percobaan yang ini:
- mengistirahatkan adonan udah lebih dari 1 jam, tapi memang tetep belum kering bener. Masih ada yang nempel ditangan pas permukaannya disentuh.
- over mixing kah? karena masih ada crack diatasnya.
- adonan kering masih dimasukkan dalam 1x batch. Next time dicoba 3x batch deeehh...
- oh ternyata, nemu bacaan baru nih.. katanya crack juga bisa disebabkan karena adonan belum kering dan belum terbentuk kulit sebelum dimasukkan kedalam oven.

Sebetulnya masih ada percobaan #3, tetep pake resep yang sama tapi tanpa penambahan rasa yang lain alias plain saja. Pengen tau hasilnya ada perbedaan atau ngga. Ternyata hasilnya masih tetep sama. Gagalllll jugggaaaa... *huwwwaahhh...*. Kali ini tanpa proses motret memotret karena udah illfill duluan hehehe.. eh ngga juga dink.. yang utamanya sih maluuu.. masa mejengin hasil yang amburadul :D.

Ada beberapa link seputar FM ini, mangga wilujeng dibaca-baca :
- http://www.youtube.com/watch?v=g2C7fZjXYJU
- Veronica at Kichen Musing
- David Lebovitz : Making French Macarons
- Canelle et vanille

c u in my next trial.. hehehe...



Tuesday, September 8, 2009

Bubur Candil....

Heeeelllllppppp.....

Adakah yang mau sharing dengan saya? Gimana caranya bikin bubur candil yang uenaakk, empuk dan tahan lama rasanya. Kemaren bikin candil karena tiba-tiba kangen sama bubur candil dan bubur campurnya jalan macan huhuhu... *lagi ngebayangin kenikmatan rasanya*. Langsung deh ngubek-ngubek file resep, nemu beberapa versi tapi hampir mirip siih.. Intinya terbuat dari tepung ketan dikasih tepung beras dikit, kalau mau lebih kenyal katanya tidak usah dikasih tepung beras. Okeh deh, sy cobain bikin.

Ini dia hasilnya :

Bubur Candil

Hhhmmm... Not bad at all. Hanya saja belum puas tuh dengan rasanya. Masih jauuuhh banget sama yang biasa dibeli. Tapi setidaknya lumayan lah mengobati rasa kangen untuk berbuka puasa dengan kolak :D.
Nah, masalahnya adalah si candil ternyata berubah menjadi keras keesokan harinya. Kenapa tuh?? Untung nyisanya ngga terlalu banyak hanya tinggal 1 mangkok saja.


bubur candil buka puasa




So.. ditunggu yah pengalamannya membuat candil *pleeasseee....*

Friday, August 7, 2009

GOT MILK : Biscuit layer pudding

Pudding most often refers to a dessert, but can also refer to a savory dish in some dialects.
In the United Kingdom and some Commonwealth countries, pudding refers to rich, fairly homogeneous starch- or dairy-based desserts (e.g. rice pudding, Christmas pudding), or, informally, is used to refer to any dessert. The word is also used for fairly homogeneous encased savory dishes, e.g. black pudding, suet pudding.
In the U.S., pudding denotes a sweet milk-based dessert similar in consistency to egg-based custards as well as to more traditional puddings such as bread pudding or rice pudding.
Source : Wikipedia

In our country (Indonesia), pudding often refers to cold dessert using milk, coconut milk, with agar-agar or jelly. I read my recipe book about this pudding, and wanna try this out using my homemade oreo.


Puding oreo

My adorable friend of mine, mba Arfi, told us about this event. For me, breastfeeding is an important thing to do by every mother. It was almost 8 years ago, starting early in my first semester of pregnancy, I decided to breastfeeding my baby exclusively. Since our goverment campaign to breastfeeding for 6 month exclusively then continue until 2 year, I really support and Thanks God I did it.




This is my entry for Got Milk, hosted by Linda Kovacevic of Make Life Sweeter!. I write the recipe in Indonesian and English version.

Puding Lapis Biskuit
Sumber : Primarasa, Kreasi Puding

Bahan
40 keping biskuit oreo/biskuit coklat tanpa isi
20 lembar plastik mika
500 ml susu cair
1 bungkus (7gr) agar-agar bubuk putih
125 gr gula pasir
3 kuning telur, kocok
1/8 sdt esens rasa jeruk
3 putih telur
2 sdt gula pasir
6 keping biskuit oreo, cincang kasar
Coklat serut untuk taburan

Saus coklat
250 ml krim kental
125 gr dark cooking chocolate, cincang

Cara membuat
1. Ambil 1 keping biskuit oreo, taruh diatas talenan atau meja datar. Lingkarkan selembar plastik mika pada biskuit hingga mika membentuk tabung, rekatkan sambungannya dengan pita perekat. Kerjakan untuk semua bahan hingga habis.
2. Campur susu, agar-agar, dan gula dalam panci, aduk hingga agar-agar larut. Jerangkan di atas api sedang, aduk-aduk hingga mendidih dan gula larut, kecilkan apinya. Ambil ± 2 sdm adonan agar-agar, masukkan ke dalam kuning telur kocok, aduk rata. Tuang ke dalam pnanci agar-agar, aduk cepat, matikan apinya. Masukkan esens jeruk, aduk rata.
3. Kocok putih telur bersama gula pasir hingga kaku dalam wadah cekung, madukkan adonan agar-agar yang masih panas sedikit demi sedikit sambil dikocok menggunakan mikser berkecepatan rendah hingga rata, angkat miksernya. Masukkan biskuit cincang ke dalamnya, aduk rata.
4. Atur tabung mika berisi biskuit di datas loyang datar, masukkan adonan agar ke dalamnya hingga setengah penuh, sisihkan hingga adonan setengah mengeras. Jaga agar adonan tetap cair dengan merencamnya dalam panci berisi air panas.
5. Taruh 1 keping biskuit oreo di atasnya, tuang lagi adonan agar-agar di atasnya hingga mika penuh. Taburi permukaannya dengan coklat serut, sisihkan hingga mengeras. Sajikan dengan saus coklat.

Saus coklat : panaskan krim kental hingga hampir mendidih, angkat. Campur bersama cokelat cincang, aduk hingga cokelat meleleh dan tercampur rata.


Puding oreo


English version :
40 pieces plain oreo biscuits / chocolate biscuits
20 sheets of hard plastic
500 ml milk
7 gram white agar-agar powder
125 gram sugar
3 egg yolks, whisk
1/8 teaspoon orange essense
3 egg whites
2 teaspoon sugar
6 pieces biscuits, chopped
Chocolate for sowing

Make 20 cilinders shaped from the plastic sheet based on biscuit’s diameter. Set aside.
Place the milk, agar-agar powder dan sugar in a saucepan and bring to the boil. Reduce the heat to a shimmer, stir well.
Take 2 tablespoon of agar-agar mixture to egg yolks, stir, then pour back into the pan. Stir fast and turn off the heat.
Add orange essence, stir well to mix
Whisk egg whites with sugar until soft peak. Add hot agar-agar mixture, mix well with a lowest speed. Add chopped biscuit, stir well.

On a tray, arrange palstic tubes with biscuit at the base. Add agar-agar mixture until half full, cover with another biscuit, and add agar-agar mixture again until full.
Refrigerate until firm.
Serve with chocolate sauce

Chocolate sauce: Pour the cream into a saucepan and heat gently. When the cream comes to the boil remove the pan from the heat. Stir in the chopped chocolate and keep stirring until the sauce is smooth.

Enjoy my pudding :)
Btw, here is my 7 y.o daughter.
salma baju orange

Monday, March 30, 2009

KBB #10 : Caramel Pots with Minted Shortbread Sticks

wow.. karamel lagiii...
tapi ini beda sama yang paris brest kemaren. Jadi alhamdulillah, pas bikinya ngga ada kendala. Mulusss...
cuman katanya harusnya berwarna kuning / golden begitu. Punya saya jadinya coklat hehehe...
Dan yang pasti shortbread nya aduhaiiii.. top banget deh. oya, punya dosa nih, sy ngga pake mint. Pelajaran dari tantangan sebelumnya yang memakai esens mint, ternyata belum ada sertifikasi halal. Disini ngga mungkin banget nemu daun mint. Jadi, KBB 10 versi saya, shortbread-nya tanpa rasa mint. Soriiiii






Minted Shortbread Sticks


100g icing sugar

200g tepung terigu

100g maizena

250g mentega tawar, lunakkan (di suhu ruangan)

1 batang vanili, ambil bijinya dan sisihkan

1 batang daun mint, cincang (halus)


Panaskan oven suhu 150C. Alasi loyang dengan baking paper.


Campur icing sugar, semua tepung, mentega, biji vanili dan mint di dalam mangkuk dan aduk rata. Gilas sekitar setebal 1cm. Potong-potong dengan ukuran 2 x 8cm (like fingers). Letakkan ke atas loyang yang sudah dialasi baking paper dan panggang selama 20-25 menit, hingga sedikit kecoklatan (musti diingat, shortbread pada umumnya berwarna pucat). Biarkan dingin dan simpan di dalam wadah kedap udara hingga diperlukan. Untuk 30 potong.



Caramel Pots


125g caster sugar

2 sdM air

125ml susu

250ml krim

3 kuning telur


Kocok dengan whisker gula ke dalam air di atas panci. Hati-hati saat memanaskannya (pakai api kecil saja) dan masak hingga berwarna coklat karamel. Campur susu dan krim di sebuah panci yang lain dan hangatkan, jangan sampai mendidih. Kocok dengan whisker susu ke dalam karamel. Biarkan dingin sejenak.


Tuang ke dalam 4 buah ramekin. Panggang di dalam water bath dengan suhu 160C selama 30 menit atau hingga set. Angkat, biarkan dingin, lalu masukkan ke dalam kulkas untuk didingkan lebih lanjut. Untuk 4 porsi.





Hhmmmm....
ngga puas banget sama hasil fotonya. Dingin dan sepiii
nanti deh diperbaiki lagi. Ini yang jemput sy udah dateng.
okeh deeehh... sampai jumpa di tantangan berikutnya

Tuesday, March 3, 2009

Kacang Merah untuk dessert?



Beberapa kali event rame2nya NCC terlewat begitu saja. Kali ini lewat ngga yaa? Tiap mau bikin puding kok ya waktunya ngga pas melulu ya?

Padahal postingannya udah disimpen di draft dari sejak awal. Tadinya supaya gampang tinggal publish aja. Yee.. ternyata tetep aja, udah last minute nih :(. Masih bisa kah?

Oya, host kali ini adalah Gemi Miranti a.k.a eMbu Anti - dengan bantuan Ina Larizz, Rifda, dan Shirley "Paiton"...

Jadi nih, tema bulan (minggu?) ini adalah Puding week NCC , boleh pake resep apa saja terserah. Yang penting puding, jeli atau agar-agar. Apa ya? Yang ikutan kali ini bujubune banyakan bo!

Cari-cari resep puding dilemari eh maksudnya di buku resep dalam lemari :P. Bolak-balik, kok ngga ada yang simple dan ngga biasa. Maruk ah.. hehe.. Tiba-tiba sreettt ada Puding Kacang Merah di Primarasa. Asik nih dicoba.

Puding Kacang Merah
sumber : Primarasa Menu 2, hidangan penutup dan minuman 1


Bahan
200 gram kacang merah segar
air untuk merebus kacang
100 gram gula pasir (I)
850 ml santan dari 1/2 butir kelapa (pake susu uht)
1 bungkus (7 gr) agar-agar warna putih
50 gram gula pasir (II)
75 gram kelapa muda serut kasar (ngga pake, karena ngga sempet beli :D)

Saus Santan (akhirnya dimodifikasi habis-habisan, lihat dibawah)
500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
75 gram gula pasir
2 lembar daun pandan
1 1/2 sdm tepung maizena

Cara membuat

1. Rebus kacang merah dalam air secukupnya hingga setengah matang. Masukkan gula (I). Rebus terus hingga kacang empuk dan air tinggal sedikit, angkat.
2. Lumatkan 3/4 bagian kacang dengan blender, sedangkan sisanya digerus kasar-kasar. Campurkan kacang halus dan kacang gerus menjadi satu, aduk.
3. Jerangkan santan, agar-agar dan gula (II) di atas api, aduk hingga mendidih. Masukkan kacang merah dan kelapa serut. Setelah mendidih lagi, matikan api. Aduk terus hingga uapnya hilang.
4. Basahi loyang ukuran 4x18x18cm dengan sedikit air matang, tuang adonan kedalamnya. Diamkan hingga mengeras.

5. Saus santan : jerangkan santan, gula dan daun pandan diatas api sedang, aduk-aduk hingga mendidih, kecilkan apinya. Masak terus hingga gula larut. Setelah itu, masukkan tepung maizena, aduk hingga mengental, angkat.

6. Menghidangkannya : iris puding 3x3cm. Taruh beberapa potong dalam mangkuk. Tuangi saus santan dan hidangkan dengan menaburkan sedikit kelapa serut diatasnya.




Jadi nih.. ada modifikasi besar-besaran.

Saus santan yang tadinya mau dibikin.. eeehhh si santan ngga ada dikulkas. Rasanya ada kok *ngimpi kali yee*. Padahal ini udah sore eh malem, pagimane cari kelapa?? Oiya inget punya puding vanila instan. Ya udah deh pake itu, sret sret dibuka. Pas liat kemasannya didalemnya.. LHO? kok tulisannya VLA COKLAT??? huhuhu... jelas2 didusnya tertulis : Puding vanila. Nangis bombay deh :'(. Persediaan susu cair udah habis tadi. Yang ada tinggal susu beruang. Bisa ngga yaa? Udah lah dicoba aja.


Vla jadi-jadian : Susu beruang ditambah gula pasir sedikit dipanaskan, kemudian diberi larutan maizena. Didihkan. Angkat.


Taraaaa.. jadi deh puding kacang merah (modifikasi) ala sofie.

Wednesday, February 25, 2009

My homemade Choco-Vanila Ice Cream

Cuaca di Bangka beberapa hari terakhir ini puanaasss banget. Sedangkan menurut temen-temen di kota laen katanya sih hujan, mendung, gerimis, berangin. Terik sih ngga juga ya, tapi hawanya itu looh.. duh, bikin keringet buntet. Itu loh bintik-bintik kecil gara2 keringet... Udah mandi juga berasa ngga mandi :D.

Ya, global warming udah kerasa dimana-mana. Cuman mungkin belum banyak orang yang peduli. Tapi sebelum nyalahin orang lain, mending sy introspeksi diri sendiri dulu deh. Kalau baca-baca artikel tentang tingkah laku manusia yang sering tanpa sadar merusak alam, ternyata banyak hal yang kita (baca : saya) kerjakan juga. Hal kecil saja misalnya lupa mencabut charger hp. Atau lupa mematikan lampu. Air kran yang dibiarkan menetes-netes. Lupa matiin kipas angin. Tuh kan, banyak. Itu baru yang sekarang inget. Masih banyak lagi pastinya tindakan kita yang merusak lingkungan sekitar.




Nah karena cuaca yang panas tadi, jadi nih enaknya nikmatin yang dingin-dingin kan?. Let's see.. gimana kalau kita bikin es krim?. Bahan-bahan udah ada, jadi tinggal setting waktunya saja.

Bikin es krim asik banget, bisa bareng2 sama anak jadi tambah fun deh :D


Atas request Salma, es krim dibikin beberapa macam. Ada vanila kesukaan dia, kopi kesukaan sy dan coklat kesukaan bapaknya.


Resep dasarnya sy ambil dari resepnya David Lebovitz, hanya saja karena disini ngga mungkin bakalan menemukan krim, jadi sy ganti dengan susu biasa saja. Bahkan, tanpa penambahan krim pun es krim-nya enak banget. Oya, sy tidak punya ice cream maker. Waktu itu pernah dikasih tahu sama Yohana, si pembuat ice cream cake itu loh :) , kalau tidak punya mesin khusus dan pengen coba cara jadul, coba aja menggunakan bongkahan es batu dicampur dengan garam kasar (garam korosok kalau bahasa sundanya mah).


Caranya: ambil baskom besar, penuhi dengan campuran es batu dan garam. Kalau tidak salah perbandingannya sih 1:1. Tapi kemaren itu sy asal saja, oleh karena es batu yang dibuat sehari sebelumnya pun ternyata belum membeku semuanya. Jadi saat dicampurkan ternyata cepat sekali melelehnya. Kemudian simpan ditengah2nya baskom lain yang berisi adonan es krim tadi. Aduk-aduk secara kontinue dengan sendok kayu. Jaga supaya suhu diluar baskom berisi adonan tetap dingin. Jika sudah muncul gumpalan2 yang menempel dipinggir baskom ataupun sendok kayu, es krim berarti sudah jadi. Tinggal dipindahkan ke tempat yang lain dan masukkan kedalam freezer.


Namun ternyata cara ini agak susah juga untuk daerah panas seperti ini. Es batunya cepat meleleh dan suhunya cepat turun. Akhirnya yang jadi korban adalah batch ke-2 dan ke-3 untuk rasa yang berbeda. Karena tidak terjadi gumpalan adonannya, akhirnya langsung sy masukkan kedalam freezer. Harusnya nih, setelah dimasukkan freezer proses bisa langsung diganti dengan menggunakan mikser, tapi malah kelupaan. Akhirnya dua rasa es krimnya kasar, ada bongkahan kasar bunga es. Tapi tetep enak kok.. :D



Vanilla Ice Cream
Source : David lebovitz
About 1 quart


1 cup milk (sy pakai 3 cup milk)
A pinch of salt
3/4 cups sugar
1 vanilla bean
5 egg yolks
2 cup heavy cream (tidak pakai)
A few drops of vanilla extract (tidak pakai)


1. Heat the milk, salt, and sugar in a saucepan. Split the vanilla bean lengthwise and scrape the seeds into the milk with the tip of a paring knife. Add the bean pod to the milk.
2. Stir together the egg yolks in a bowl and gradually add some of the warmed milk, stirring constantly as you pour. Pour the warmed yolks back into the saucepan.
3. Cook over low heat, stirring constantly and scraping the bottom with a heat-resistant spatula until the custard thickens enough to coat the spatula. Strain the custard into the heavy cream. Rinse the vanilla bean and put it back into the custard and cream to continue steeping. Chill thoroughly, then remove the vanilla bean and freeze in your ice cream maker according to the manufacturers instructions.


Dari 1 resep ini, sy bagi tiga. Satu bagian tetep rasa vanila, 1 bagian diberi rasa coklat, 1 bagian diberi rasa kopi. Asiik kan?

Menurut lidah sy sih, resep ini agak terlalu manis dan gurih. Mungkin next time, gulanya akan sy kurangi begitu pula dengan kuning telurnya.

Hhhmmmmm... siapa yang bisa menolak semangkuk es krim?

Sunday, March 30, 2008

KBB #4: Chocolate Swirl Meringue

logo march-apr08

Tantangan KBB kali ini temanya putih telur. Asikkk.. bisa memberdayakan putih telur yang masih numpuk di freezer nih.. :D

Sebenernya menurut teori sih, lebih baik mempergunakan putih telur yang masih segar alias baru. Tapi, daripada yang ada jadi mubazir yah pake yang itu ajah deh.. sebelumnya disimpen sampe bener2 nyampe suhu ruang. Alhamdulillah sih si mereng ini berhasil.

Chocolate Swirl Meringues
====================
Source: Taste
Makes 6
(Untuk 6 porsi (besar), 10 porsi (kecil))

4 egg whites
225g caster sugar
1 tsps cornflour
1 rounded Tbs cocoa powder
thickened cream to serve
Preheat the oven to 150C fanbake.
Line a baking tray with baking paper.
Put the egg whites and caster sugar in a large heatproof bowl and sit over a panof simmering water.
Don't let the bottom of the bowl touch the water or theegg whites will scramble.
Stir with a wooden spoon until the sugar hascompletely dissolved and the mixture is quite hot to touch, then immediatelyremove from the heat.
Whisk egg white mixture using a hand-held electric beater for about 10-15minutes until very thick, white and glossy.
Mix in the cornflour.
Sieve inthe cocoa powder and, using a large metal spoon, very lightly fold into themeringue using 2-3 strokes.
Don't mix it thoroughly.
Spoon the mixture (you can pipe it with the piping bag, if you wish-ab) on to the prepared baking sheets in 6 large spoonfuls, making each one as peaky aspossible (don't have to do this when you want to make 10 smallmeringues-ab).
Put the baking tray in the oven, reduce the temperature to120C and cook for 1 hour 15 minutes.
Turn off the oven and leave the meringues inside until completely cold.
Serve with thickened cream.
----------------------
4 putih telur
225 g gula kastor
1 sdt tepung maizena
1 sdM coklat bubukthickened cream untuk sajian
Panaskan oven suhu 150C fanbake (kalo ga punya fanbake pake 120C aja,setting bake).
Campur putih telur dan gula di dalam mangkuk tahan panas yang diletakkan di atas panci berisi air panas.
Jangan sampai pantat mangkuk menyentuh air karena putih telur akan bergumpal-gumpal.
Aduk pakai sendok kayu hingga gula betul2 larut dan adonan terasa panas jika disentuh, lalu angkat dari kompor.
Kocok adonan putih telur dan gula ini menggunakan mixer selama 10-15 menit sampai betul2 kental, putih dan mengkilap.
Masukkan tepung maizena.
Ayak coklat bubuk, lalu masukkan ke dalam adonan meringue menggunakan sendok metal dengan 2-3 kali aduk.
Jangan aduk sampai rata.
Sendokkan (diijinkan menggunakan piping bag-ab) ke atas loyang 6 buah.
Buatlah setiap tumpukan setinggi mungkin (kecuali jika ingin membuat 10 buah meringue kecil-ab).
Masukkan ke dalam oven, turunkan suhu seketika ke 120C (yang tadi menggunakan 150C fanbake, jika yang menggunakan setting bake 120C tidak perlu menurunkan suhu oven lagi) dan panggang selama 1 jam 15 menit(tergantung panasnya oven masing-masing ya-ab).
Matikan oven dan tinggalkanmeringe di dalamnya sampai betul-betul dingin.
Sajikan dengan krim kental.

kbb 4

waduh... baru nyadar step pengadukan coklat ke adonan ngga difoto.. :(


Btw, berhubung sy pribadi doyaaaannnnn banget sama yang namanya schumpjes (duh, ngejanya susah amat sihh.. ) dan orang dirumah pun sama hobinya, alhasil bikin si mereng ini sampe 4 kali!! hehehehe... emang sih sekali bikin cuman 1/2 resep tapi berhubung ukurannya ngga gede-gede, jadinya si mereng dapet sekeler penuh.


Pertama kali percobaan alhamdulillah langsung sukses... *jingkrak-jingkrak* dan ngga nunggu lama si toples udah kosong.. hehehe...

Percobaan kedua, ngga sempet foto-foto pas lagi bikin step2nya. Rencananya foto dulu hasil akhirnya.. ehhh.. persediaan krim kental di kulkas abis. Yasud, foto2 bugil dulu deh.. hihihi

o iya, wkt bikin yang ke-2 ini, hari lagi deres2nya ujan. Itu loh.. pas di bandung lagi hobi jam 10-11 puanaassss trus jam 1 tiba2 hujan guedeeeee.. Selain ujan, ternyata orang dapur pada bandel, dibilangin jangan masak aer, nasi dll yang berhubungan sama uap air.. eeehh.. ditinggalin bentar trus pas balik lagi itu kompor udah penuh sama barang-barang begituan.. argggghhhh..

But, so far.. ngga ngaruh sama si mereng.. :D senangnya...

Percobaan ketiga..

nah, ini yang rada aneh bin ajaib. Hasil akhirnya berbeda sama yang sebelumnya. Kering sih dalemnya mah, tapi luarnya cepet banget nempel2 ditangan. Disimpen bentarrr aja diluar toples langsung nempel2 gitu deh. Kenapa yah??

Diinget-inget... mungkin ga pengaruh pas lagi proses au bain marie? Soalnya entah kenapa, padahal air di wajan cuman dikit.. eh diliat2 kok ada beberapa gelintir putih telor mateng gituh.. ngga banyak siih, masih bisa diangkat. Kayaknya sih si uap air bener2 panas jadinya bikin putih telor mulai ada yang mateng.

Trus nih.. manggangnya waduh.. lamaaaa banget. Udah 2 jam lebih, waktu ditengok dan dijawil lohhh kok kenyal2 kayak karet gitu loh. (stt.. Ezza, ternyata yg wkt itu kita sms-an, jadinya malah ga sukses oi.. sori ngga ngasih tau lagi hasil akhirnya :D )

Percobaan keempat
*doyan apa maruk..?? * :P

alhamdulillah.. kembali lagi ke proses awal, ga ada halangan yang berarti. Kecuali masukin si coklat bubuk yang susah kalo ngga mau adonannya berubah jadi coklat muda. Akhirnya ngga diaduk samsek deh, kan pas kita nyendokin adonan udah keaduk2 gitu.

Setelah si mereng jadi, toplesnya langsung diumpetin.. hehehe.. trus bilang ke Salma kalo mereng yang ini jangan dimakan dulu soalnya mau dipoto.. :D


Chocolate Swirl Meringue




sampe ketemu di KBB # 5...

daaaahhhh...

Blog Widget by LinkWithin