Showing posts with label pastry. Show all posts
Showing posts with label pastry. Show all posts

Friday, May 28, 2010

KBB #17 : Savoury Pie, let's make a lattice

whuuiiiihh.... Sweet Seventeen niiih....
Ngga berasa banget KBB udah nyampe ke tantangan ke-17. Sama seperti ABG, tantangan kali ini kita mau bercentil-centil ria hehehe.. Kebetulan, untuk periode ini yang jadi hostnya saya sama teh Molly. Jadi udah ngintip beberapa hari sebelum surat cinta dikirimin ke semua temen2 KBBers. Awalnya hepi banget karena udah kepengen bikin pie sejak kapan2. Eeh.. setelah dibaca-baca, ternyata temanya kan savoury padahal saya udah kepengen bikin yang manis huhuhuhu....
Trus adonan pie-nya harus yang puff pastry ngga boleh pie crust biasa. Memang siih, diperbolehkan untuk pakai puff pastry ready made, tapi di Bangka mana ada yang jual *sigh*. Sedangkan kalau mau bikin sendiri, kok kayaknya waktu mepet2 banget deh soalnya lagi packing2 mau pindahan lagi ke Bandung.

Ngobrol-ngobrol sama teh Molly, ternyata mau diimport dari Bandung katanya.. horrrayyyy.... Eehh.. tapi ternyata setiap kali mau beli katanya kosong melulu heheheh.... sabar menanti aja lah. Dan akhirnya dapet juga.. *asiiikk...*

Kebingungan selanjutnya adalah isiannya mau pake apa. Setelah nyari-nyari dan menimbang-nimbang, bikin bayam keju aja deh. Kebeneran ada nemu resepnya dimajalah, tapi sekarang mau posting malah ngga tau tuh resepnya nyelip dimana hehehe...

spinach cheese lattice pie

Yang bikin semangat adalah bikin lattice-nya. Udah googling gimana caranya menganyam, pas dipraktekin ternyata simple juga kok. Taruh, lipat, tutup dan seterusnya seperti itu sampai semua permukaan tertutup.

Oya, resep yang dikirim lewat surcin sebenernya ngga mudeng hasil jadinya kayak apa. Waktu ketemuaan sama mba Emma isti, baru deh ngeh maksud si resep seperti apa. Jadi kenapa dia potong2 persegi panjang dan ngga pake cetakan pie adalah supaya si puff pastry-nya mengembang sempurna, baik bagian atas maupun bagian bawahnya *oooohhh.... buled*. Untuk resep savoury lattice pie versi asli bisa dilihat disini ya.

Karena saya pake resep berbasis quiche, jadinya kan basah tuh isiannya. Akitbatnya si pastry bagian dasarnya lembek deh. Tapi yang penting neng Salma dan bapaknya doyaan... :D

Spinach Cheese Lattice Pie
Sumber : lupa dari mana *ntar kalo ketemu diketik ulang deh* :D

Bahan : (dikira2 aja yaa.. sesuai dengan kebutuhan, saya sesuaikan untuk 1 mangkuk kecil)
Seikat bayam, iris-iris
1 butir bawang bombay, iris kotak
1 buah jagung manis, rebus kemudian pipil (atau memakai jagung manis kalengan)
Keju cheddar sesuka hati, diparut
1 butir telur
150cc susu cair
garam
merica


Cara membuat:
- Tumis bawang bombay sampai setengah layu, kemudian masukkan bayam. Masak jangan terlalu lama.
- Masukkan jagung manis dan keju, aduk-aduk sampai tercampur rata. Matikan api
- Kocok lepas telur, kemudian tambahkan susu cair. Beri garam dan merica secukupnya. Sisihkan.

kompilasi proses

- Siapkan puff pastry, ratakan didalam wadah tahan panas yang sebelumnya dioles dengan mentega atau margarine.
- Masukkan campuran bayam dan keju.
- Tuang kocokan telur kedalamnya. (saya : kocokan telur tidak dimasukkan semua karena takut terlalu basah).



proses lattice

- setelah penuh, tutup dengan lembaran-lembaran pastry yang sudah disiapkan sebelumnya.
- buat anyaman-anyaman dari puff pastry, oles dengan telur (saya pakai sisa kocokan telur tadi)
- panggang sampai kecoklatan




Thursday, July 30, 2009

KBB #12 : Cheese Souffles


Bikin pe-er KBB kali ini seruuuuuuu banget. Gimana ngga seru, kalau ngerjainnya bareng-bareng sampe 10 orang saja. Asik kan?
Kok bisa? iya lah bisa, KBB Bandung gitu loh.. hehehe.. Masih merasa tetep bagian dari KBB Bandung meskipun sudah nun jauh disana :D. Kebeneran banget, saya lagi mudik (lagi) pas ada pilpres kemaren. Seneng deh bisa ketemu temen2 baru yang selama ini hanya bisa menyapa di dunia maya saja. Ada mba Emma sang pakar, ada Mira, dan mba Ine yang lagi berlibur di Bandung juga. Yang laennya tentu saja Yohana sang tuan rumah, teh Tyas, teh Molly, teh Uci, Yuyun, dan mba Atiek.
Jadi nih, meskipun kita banyakan tapi tetep dibentuk kelompok2 kecil supaya setiap orang tetap mengerjakan pe-er-nya masing2. Kemaren itu saya sekelompok sama teh Molly (plus Trixie *haii..*). Tapi biar hasilnya tidak terlalu banyak, bikinnya hanya 1/3 resep saja (eh 1/3 kan ya teh Mol? lupa euy).

Oya, coba kita bayangin bersama-sama, kalau bahan-bahan souffle, bahan makanan untuk makan siang, props buat motret, ramekin kecil sampe gede, hiasan sayur / buah, semuanya tumplek diatas meja dapur? Pastinya cuman satu kata : Heboh!




Cheese Souffles
Sumber: The Perfect Cookbook by David Herbert. Penguin Books Australia Ltd 2003.

100g unsalted butter
½ cup plain (all-purpose) flour
300ml milk
1 cup grated cheddar
2 Tbs freshly grated parmesan
½ tsp Dijon mustard
pinch cayenne pepper
4 eggs, separated



1. Preheat the oven to 190C (375F, Gas Mark 5). Grease and lightly flour six ½-cup-capacity souffle dishes.
2. Melt butter in a small saucepan over low heat. Add the flour and cook, stirring constantly, for 1 minute. Gradually add the milk and whisk continuously over medium heat until the mixture is smooth, thickens and comes to the boil. Allow to cool for 5 minutes.



3. Transfer the mixture to a bowl and stir in the cheddar, parmesan, mustard and cayenne pepper. Mix well.
4. Lightly beat the egg yolks and add these to the cheese mixture. Mix well.


saya dan teh Molly memodifikasi resep dengan menambahkan
smoked beef dan oregano


5. With an electric mixer, whisk the egg whites in a clean bowl until firm peaks form. Fold a quarter of the whites through the cheese mixture to slacken it slightly, then gently fold through the remaining whites.
6. Spoon the mixture into the prepared dishes and bake for 20-25 minutes, or until risen and golden. Don't be tempted to open the oven until the souffles have risen. Serve immediately.


Baru pertama kali ini nyobain dan ngerasain yang namanya souffle. Ternyata mirip kayak sus gitu teksturnya. Berhubung kemaren rasanya sih ngga ada yang bikin plain, jadinya ngga tahu persis rasa asli resep ini. Yang jelas, pake smoked beef dan oregano rasanya mantap. Nyobain yang Yohana dan mba Ine yang pake bayam enak juga, tapi menurut lidah saya nih jadinya kurang nendang ya. Masih juara yang pake smoked beef hehehe..

Cheese Souffle


Beberapa tips dari mba Emma :
- olesi ramekin dengan mentega sampai rata betul. Kemudian taburi dengan terigu. Bisa juga terigu dicampur dulu dengan parutan keju, supaya nanti ada keju yang nempel di dinding souffle saat dia naek. Tapi kemaren berhubung naeknya ngga terlalu tinggi jadinya ngga keliatan juga tuh hehe..
- mengisi adonan harus sampai penuh betul biar naiknya semakin tinggi
- ratakan permukaan adonan dengan punggung sendok yang sudah dicelup air, supaya permukaannya rata dan hasil akhirnya datar sempurna.

Bikinnya ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, tapi seperti yang sudah digembor-gemborkan semua orang bagian teribet adalah proses memotretnya. Ya ampuuunn... cepet banget mingpesnya. Coba lihat foto yang masih di dalam oven. Bagus kan? nah, itu cuma bertahan bentar aja. Waktu oven mau dibuka, semua udah ditereakin buat pegang lap masing2. Jadi begitu dikeluarin semuanya langsung berhamburan ke pojok masing2.. heheh.. lucu pisan lah kalau diinget2 lagi.




Ooppss.. hampir lupa, thanks ya buat mba Zita yang udah jadi host bulan ini.

Monday, January 26, 2009

KBB #9 :Classic Puff Pastry

Tantangan KBB kali ini host-nya : Mae dan Rahmah, dengan tema pastry (lagiii??). Iiihhh sereeemm.. ini bener2 yang harus lipat melipat, rolling sana-sini. Bisa ngga ya? Kalau ngga berani bukan KBB namanya, iya kan?

Sy sengaja mengerjakannya sore hari, karena cuaca disini lagi hot banget. Lumayan deh, ada libur 2 hari menyambut Imlek. Jadi kalau begadang pun, besoknya masih bisa nyantei-nyantei dirumah. Barang2 pertempuran sudah disiapkan, malah butter unsalted favorit- si Orchid itu tuh- dibawa dari bandung waktu pulkam kemaren hehehe.. Disini mana adaaaa :P



Classic Puff Pastry (Pate Feuilletee)
Source: King Arthur Flour 200th Anniversary Cookbook

Versi asli disini

4 cups unbleached all purposed flour/plain flour (or 3 ½ cups all-purposed/plain flour + ½ cup cornstarch/cornflour)
4 sticks unsalted butter ( ½ stick chilled, the rest at room temperature)
1 – 2 tsp salt (1 for sweet, 2 for savory)
1 ¼ cups cold water (or substitute it with 1 Tbs lemon juice for 1 water if you wish to further temper the gluten in the flour)


Dough: (sy pake bahasa indonesia aja yah, versi asli silahkan liat di link atas)
---------
Ambil 3 ½ cup terigu dari terigu campuran tadi.
½ stick mentega dingin, potong2 kecil2 dan masukkan ke dalam tepung.

Remas-remas mentega atau gunakan dua buah pisau, blender (dengan fungsi pastry) atau menggunakan jari-jari anda, hingga menyerupai remah-remah roti atau cornmeal.
Tambahkan garam (dan sari jeruk nipis, jika pakai) ke dalam air dan masukkan campuran ini ke dalam tepung terigu.

review :
Sampai disini, belum ada masalah. Hanya saja, sy mencampur garam langsung ke adonan terigu. Baru kemudian ditambahkan air (+ air jeruk lemon) sedikit-sedikit, misalnya 1/2 cup air setiap penambahan kedalam terigu. Karena kelembaban terigu berbeda-beda. Adonan sy pun hanya memerlukan 1 cup air saja.




Aduk perlahan memakai garpu hingga adonannya tercampur rata dan tidak melekat di sisi2 mangkuk. Jika masih memerlukan air, tambahkanlah sesendok makan setiap kali penambahan hingga adonan tercampur rata.

Letakkan adonan ke atas permukaan/meja yang sudah ditaburi tepung, dan uleni hingga lembut dan gluten-nya sudah terbentuk, sekitar 2-3 menit. Bungkus dengan plastik dan biarkan dingin di kulkas selama 30 menit.




Butter
---------
3 1/2 stick mentega (suhu ruang)
1/2 cup terigu dari campuran terigu tadi

Campur keduanya hingga tercampur rata dan lembut.
Anda bisa mencampur kedua bahan ini dengan menggunakan mixer, FP atau sendok, tangan.
(saya mencampurnya dengan menggunakan sendok kayu)




Campur adonan ini sambil ditepuk-tepuk dan dijadikan segiempat dengan ukuran 8 inci di atas waxed paper yang sudah ditepungi.
Tutup dengan selembar waxed paper lagi dan dinginkan di kulkas kurleb 30 menit.
Dengan mencampur tepung dan mentega, anda menstabilkan adonan supaya tidak meleleh.



review :
sepertinya nih, supaya adonan nanti tidak bocor-bocor pas digiling, lebih baik butter block dibuat lebih kecil ukurannya. Yang versi ini kan jadinya besar, beberapa kali lihat di you tube rata2 mereka membentuk butter block-nya lebih kecil tapi tebal.

Rolling-Folding
----------------
Keluarkan adonan dari kulkas dan letakkan di atas permukaan/meja yang sudah ditepungi.
Gilas perlahan ke samping hingga membentuk segiempat kurleb 12 inci.
Letakkan balok mentega/tepung tadi di tengah2 adonan yang sudah berbentuk segiempat, sehingga sudut-sudut balok menunjuk ke sisi-sisi adonan tadi.

Lipat sudut adonan ke atas balok mentega/tepung sehingga setiap sudut adonan bertemu di satu titik di tengah2nya.
Lekatkan sisi-sisi adonan ini satu sama lainnya.
Balikkan adonan segiempat ini dan tepuk2 perlahan menggunakan rolling pin atau tangan membentuk persegi panjang.

Gilas adonan hingga membentuk persegi panjang yang lebih lebar dengan ukuran 20 inci ukuran panjang dan 10 inci ukuran lebar.

Jika adonan sudah pada ukuran yang benar, lipat sepertiga adonan bagian bawah ke tengah-tengah adonan, begitu juga sepertiga adonan bagian atas lipat ke arah tengah adonan, kemudian putar adonan ¼ putaran ke arah kanan, sehingga kelihatan seperti sebuah buku yang siap dibuka. Jika adonan masih bagus dan dingin serta masih relaks, gilas sekali lagi dan lipat seperti tadi. (Jika masih terlalu lunak dan tidak dapat digilas lagi, bungkus/tutup, letakkan ke atas loyang dan dinginkan di kulkas selama 15 menit, sebelum digilas dan dilipat seperti tadi).

Jika anda sudah sukses menggilas dan melipatnya dua kali, berarti anda sudah menyelesaikan 2 turns. Classic puff pastry turn 6 kali.
Lanjutkan mendinginkan adonan selama 2 kali turning (atau lebih jika diperlukan—misalnya jika adonan terlalu lembek) hingga 6 turns sudah diselesaikan.



Review:

Pfiiiiuuuuhhh... ini bagian terberat!!!
Lipatan pertama ngga ada masalah, tapi ternyata adonan terasa sudah mulai lembek. Masih bisa lanjut ke lipatan kedua. Whuaah.. udah mulai ada yang bocorrrr. Tempel2 terigu disana-i lumayan membantu. Bagian yang bocor terutama malah bagian atas dan ujung atas/bawah.
Akhirnya masuk freezer. Hhmmm... ternyata harusnya masuk chiller aja yaa??

Lanjut ke lipatan ketiga.. keempat.. duuhh tambah cepet aja jarak antara giling sama bocor. Maksudnya baru giling sebentar si lubang udah terbentuk lagi. Memang ngga disetiap tempat, tapi bikin bete. Butternya nempel2 di rolling pin.. huhu.. sayanggg :(

Diresep ditulisnya kan masuk ke kulkasnya 15 menit, tapi ternyata kalau cuman segitu masih lembek. Jadi, setiap kali masuk freezer butuh waktu sekitar 1/2 jam. Giling2 memakan waktu juga, karena harus pelan-pelaaannn..

Saat sedang nunggu lipatan ke-4 didinginkan.. kantuk menyerang hebat. Tapi pantang menyerah. Pokoknya harus diselesaikan malam ini juga. Akhirnya selesai juga tuh sampai lipatan keenam, sambil ngedengerin bunyi petasan dan kembang api yang merayakan Imlek.

*Chill
--------
Jika sudah selesai 6 kali turning, letakkan adonan di kulkas dan dinginkan selama sekurang2nya 1 jam hingga semalaman sebelum dibentuk.

*Shaping
----------
Setelah selesai didinginkan, adonan dapat dibentuk menjadi croissants, patty shells, twists, straws, dsb. Sisa2nya dapat didinginkan lagi dan digilas lagi.




Untuk sementara, sy baru menggunakan 1/2 adonan pastry untuk dibentuk menjadi croissant, cheese stik pastry, cheese roll, poppy seed pretzel..

Batch yang pertama dibikin croissant, ternyata hasil jadinya ngga terlalu ngembang ya? Jadinya ukuran kecil2 deh, krn tadinya sy pikir bakalan ngembang :D. Dan tampaknya kok agak bantat?? Layernya ada sih tapi dibeberapa tempat jadi sepeti pie crust gitu hanya saja lebih crunchy.

Mungkin agak bermasalah dengan oven tangkring. Pertama ngeset di suhu tinggi, tapi ternyata ketinggian, termometer oven terus nanjak tuh suhunya. Diturunkan malah keliatannya ngga stabil gitu deh panasnya.

Nah waktu ngebakar yang cheese stick nitip ke suami, tapi ternyata malah gosong :D. Kriuk-kriuk siiihh..

Yang asik versi Poppy Seed Pretzel.
Dapat resepnya dari bukunya Yeni Ismayani : Kue kering Pastry.
Campur : poppy seed, garam, paprika bubuk dan keju parut. Taburkan diatas pastry yang sebelumnya diolesi kuning telur.




Akhirnyaaaa... lulus nih :D


Monday, September 22, 2008

KBB #7 Warna-warni (Lomba baking) : Wiener Apfelstrudel

HAPPY BIRTHDAAAYYYYYY.....

Duuh, bener2 ga berasa deh ternyata KBB udah 1 taon nih. Senangnya, bisa tambah temen, tambah pengalaman, tambah ilmu baking, tambah.. apa lagi ya?? *mikiirrr... * oya, tambah deg-degan!! hehehe. Apalagi kalau pe-er dua bulanan udah mulai disebarin, trus deadline udah makin mepet padahal pe-er nya belom dikerjain. Waks, pasti deh di milis, mba Arfi atau host udah mulai tereak-tereak ngingetin supaya ngumpulin tugas :D.
Kali ini tantangannya seru banget. Ada 3 macem lomba : lomba masak, lomba baking dan lomba foto. Tadinya pengen ikutan tiga-tiganya, tapi setelah mengingat dan menimbang akhirnya memutuskan untuk be realistic aja deh. Ngaku kalo sy jarang banget masak. Dirumah ada bibi yang masakin makanan sehari-hari. Kecuali kalau memang mau bikin masakan yang aneh baru deh bikin sendiri. Jadi, sy ikutan lomba baking dan lomba foto aja lah.
Tapi, dari awal udah bingung mau bikin apa, no idea!!!. Ngubek-ngubek buku dan majalah ga ada yang sreg atau bahannya agak impossible didapet disini. Sampe akhirnya, pas lagi beresin folder kumpulan resep yang udah ga karuan susunannya, nemu resep apel strudel (Wiener Apfelstrudel) yang diposting oleh mba Irma. *Ah thanks ya mba, mhuaah..* Disini kulitnya ga pake filo pastry, tapi cukup tepung terigu aja. Oke deh, akhirnya siapin bahan dan waktu buat ngerjain. Dan ternyata oh ternyata, waktu berlalu cepet banget. Ngga terasa udah mepet ke jadwal kita mudik.. o ow. Harus dikerjain sekarang, karena kalo udah ada di Bandung, niscaya deh kalang kabut. *sampe diomelin misua kapan mulai packing.. untung hasilnya nyam nyam.. jadinya malah dapet pujian hehehe*



Nanya ke opa wiki tentang Apfestrudel, ini copas-nya yaa..

Apfelstrudel
From Wikipedia, the free encyclopedia

Apfelstrudel ("Apple strudel") is a traditional pastry of Austria and a popular dish in many countries that once belonged to the Austro-Hungarian empire. It is the most widely known kind of strudel.
Apfelstrudel consists of an oblong strudel pastry jacket with a filling of chopped apples, sugar, cinnamon, raisins and bread crumbs. Rum is sometimes used to add flavour. Other ingredients include pine nuts, walnuts, or slivered almonds. The art of preparation is in making the pastry very thin and elastic; it is said that a single layer should be so thin that one could read a newspaper through it.

The filled Apfelstrudel is baked in an oven and traditionally is served warm, usually sprinkled with powdered sugar. Toppings of vanilla ice cream, whipped cream or vanilla sauce are also popular in other countries (although the latter is strongly opposed by the Viennese).
A juicy Apfelstrudel should be baked with good cooking apples that are tart, crisp, and aromatic.

Okeh deh, setelah cukup tambahan ilmunya sekarang mulai baca proses bakingnya aja yaa..


Wiener Apfelstrudel

Sumber: DR. OETKER, German Baking Today, The Original.
about 12 pcs
Posting by Irma di milis NCC Dec 18, 2006

Bahan adonan strudel

200 tepung terigu
sejumput garam
75 ml air hangat
50 gr mentega cair atau 4 sdm minyak makan

Bahan filling

1- 1,5 kg apel (mis: Cox Orange atau Elstar) (pake granny smith)
2-3 tetes rum essence (ngga pake)
1-2 tetes lemon essence (ngga pake)
75 gr mentega/margarine
50 gr breadcrumbs
50 gr kismis
100 gr gula pasir
1 sdt vanili bubuk (atau 3 tetes vanilla essence dicampur dgn 1 sdm gula)
50 gr almond cincang (pake almond sliced)
Kayu manis secukupnya

Cara membuat:
Untuk membuat adonan strudel:


Ayak tepung, campur dengan semua bahan lain di mangkuk.
Uleni sampai kalis.
Rebus air di panci kecil sampai mendidih, buang airnya, keringkan pancinya, alasi dgn baking parchment, tempatkan adonan di panci tsb, tutup dan diamkan 30 menit.

Preheat oven 180°C/160°C (fan)
Alasi loyang dgn kertas kue, sisihkan.

Untuk membuat filling:

Apel dicuci, kupas, potong-potong kotak kecil. Campur dengan bubuk kayu manis.
Campurkan essence lemon dan rum, aduk rata. (ngga pake)
Cairkan mentega.

Proses pengisian:
Gilas adonan strudel di atas selembar kain (tea towel) yg diberi sedikit terigu.
Sapu dgn sedikit mentega cair kemudian tarik dgn tangan hingga membentuk ukuran 70x50cm.
Trim ujung-ujungnya bila lebih tebal dari bagian tengah.
Sapu lagi dengan 2/3 dari mentega cair.



Taburi breadcrumbs di atasnya, sisakan ujungnya sekitar 3 cm tdk terkena breadcrumbs.
Taburi dgn potongan apel, kismis, gula, vanili dan almond.


Lipat ujung pendek, bagian yg tidak diberi isi tadi ke arah dalam.
Dengan bantuan kain, gulung adonan mulai dari bagian panjang, tekan ujungnya sampai rapat.
Letakkan strudel di loyang, sapu dgn sedikit mentega cair, panggang.
Setelah 30menit, sapu permukaan strudel dgn sisa mentega cair. (sy ditambah dengan campuran kayu manis dan gula pasir)
Bakar lagi sekitar 20 menit.
Setelah matang, strudel dapat disajikan dingin atau panas bersama saus vanili dan ditaburi dgn bubuk kayu manis.

You could also make 2 small strudels instead of 1 large one.



Seleseiiiii..... I LOVE U KBB :D

Tuesday, June 10, 2008

Pastry..

Akhirnyaaaa...
Latbar pastry yang diadain teras kuliner bandung bisa ikutan jugaaa :D
Tadinya udah sedih aja, takut udah terbang ke seberang pulau.. eh, tapi ini juga udah ngorbanin simposium dink padahal gratis dan dapet 6 SKP pula.. hehehe..

Asik bener, diajarin mba susun cara ngelipet pastry tuh kayak apa sehingga keluar lembaran2 yang cuantiiikk.. Amazing banget deh liat lapisannya, kayak serat kayu :D

Nih coba liat : *itu jarinya ibu guru.. hihihi..*


Duh sayang banget.. waktu itu lupa nge-charge kamera. Jadinya keburu habis batre sebelum semua hasil latbar difotoin. Padahal ada aneka danish, croissant, donat kentang, sate donat, pisang bolen.. hmmm yam yam.. *jadi kepengen lagi*..

Buat yang pengen liat hasilnya, ini nih..




Buat yang udah sharing ngajarin kita, mba Susun dan Ching-ching, many thanks yaa

*moga2 bisa cepet praktekin ilmu*

Friday, May 30, 2008

KBB #5: Banoffee Pie

Ceritanya nih.. waktu dapet surat cinta KBB awal bulan, udah niat bikinnya minggu awal aja. Soalnya rencana kepindahan ke Bangka kan udah didepan mata. Tapi ternyata dengan banyak acara ini itu, terutama persiapan nikahan kakak ipar, bikinnya baru minggu ke-2. Itupun karena barengan sama bikin cupcake buat sohib sy yg ultahnya udah lewat, dan nonton piala Uber Cup.. hehehe.. seru euy! sampe teriak-teriak nontonnya :D. Meskipun kalah, tetep bangga udah bisa masuk final.. Maju terus!!! *hehehe.. sori intermezzo..*

Tentang banoffee pie lagi yaa..

Seneng deh waktu surcin #5 dateng, ternyata isinya bikin keluarga pastry yaitu pie.. horay! pisau pastry bisa dikaryakan. Juga ini bakalan my first pie :D.
Banoffee Pie
Kali ini host KBB dipegang sama Vin dan mba Nusanti.. thanks yah : ), duuh.. kebayang deh ngedit 100 entry.
Trus, buat yang mau resepnya liat disini aja yaa... (nanti kalo sempet sy copy disini deh)

Sayangnya nih, sy ga terlalu nyimak obrolan temen2 di milis yang udah pada bikin duluan. Soalnya waktu buat duduk di depan kompi bener2 jadi sedikit banget (yang seneng sih si "bos" rumah, biaya ngenet jadi turun.. wkakakkakak..).

Setelah semua bahan disiapin, mulai deh perang dengan adonan.
Sy ngga punya food prosessor, dan kebetulan punya pisau pastry yang belum pernah dipake, jadinya nyampurnya pake ntu pisau deh.
Waktu pertama ngaduk tepung, gula, mentega sih penampakannya keliatan oke (menurut pendapat sy siih). so far so good nih.. trus masukin kuning telur. kok ngga enak hati yaa? sepertinya ada yang salah. Butir2 adonannya ga rata, apa seharusnya si kuning telor dimasukin setelah dikocok pecah gitu ya? Berlanjut ke masukin air. Ini nih yang salah, airnya kebanyakan. Jadinya si adonan ga mawur lagi, tapi berubah jadi kenyal kalo ngga salah istilahnya rubbery. Tapi lanjut aja deh sampe dipanggang.
proses_1

Ternyata waktu pemanggangan pun lebih lama. Lewat dari waktu yang disarankan dalam resep, kulit pie masih terlihat pucat dan basah di tengahnya. Akhirnya karena dirasa kelamaan dalam oven, sy keluarin ajah. Pas dibalik emang keliatan ada yang bantet tuh di pantat pie-nya.. hiks!..

proses_2

oya, loyang pie ternyata enaknya yang ngga ada bibirnya.. duh, bahasanya hehehe.. Kalau ada bibir kayak foto di atas, saat ditrim ngga bagus banget.

Trus, karena kepotong masuk rumah sakit kemaren, jadinya si pie harus bikin lagi neeh..
Untungnya bikinnya ngga perlu berdiri lama, sret.. sret.. sret.. jadi deh. Kali ini rasanya lebih bener daripada waktu pertama kali bikin. Adonannya masih mawur waktu terakhir dibuletin.

Bikin fillingnya nih. Setelah liat2 temen yang laen ada yang bikin dulce de leche (karamel dari susu kental manis), sebenernya pengen juga. Cuman, sy suka kepengen ngerasain dari resep asli dulu. Hanya saja, ngebayangin si susu udah manis trus dikasih brown sugar pula, akhirnya dikurangin aja SKMnya hanya 100 gr (sy bikin 1/2 resep).
Seru deh bikinnya, kayaknya bikin permen susu karamel juga gini yaa.. :D


filling

Sorii nih.. belum sempet diicip. Tukang icipnya ga doyan pisang hehehe.. nanti yah, setelah beres nyusun laporannya ntar diicip deh.. Tapii, ini pie menurut history-nya emang kesukaan ratu inggris.
Trus, lagi ga bisa mikir banyak buat ngehiasnya, jadi cuman gitu doang. Inipun dikerjain 3 hari. 1 hari bikin base pie, 1 hari bikin filling, 1 hari finishing. Hari ini padahal kan cuman finishing doang yah, tapi ngga kuat berdiri lama euy.. perutnya jadi nyut-nyut lagi. Jadinya dari siang, baru beres sore nih.. duuuh.. ibu2 host maafkan daku yaa.. ga bermaksud kok sampe mepet2 gini.

Sepotong Banoffee Pie

Thursday, January 10, 2008

KBB #3

Tantangan #3 harus segera dikerjakan nih... soalnya ibu mertua lagi berniat buat ngebongkar dapur, katanya udah kesempitan :D.

Agak2 keder juga sih.. masih bisa hitungan jari deh berurusan sama perotian dan peragian..
Ini dia resepnya yaa..
Pizza
Source: The Perfect Cookbook. David Herbert. Viking. Victoria, Australia. 2003

Pizza base:

1 sachet (@ 7g = 1/4 oz = 2 tsp) dry yeast
1 tsp sugar
2 ½ cups bread flour (high-grade flour, tepung cakra kembar)
salt
2 Tbs olive oil

Dissolve the yeast and sugar in a small bowl with 200ml (6 ½ fl oz) of tepid water. Stir well and set aside for 10 minutes, or until the mixture froths.

Place the flour and a pinch of salt in a large mixing bowl. Make a well in the centre and add the yeast mixture and olive oil. Mix until a firm dough forms.

Knead on a lightly floured surface for 5-7 minutes, or until smooth and elastic. Place in a clean, lightly oiled bowl, cover with a cloth or plastic wrap and leave in a warm place for 1-1 ½ hours, or until the dough has doubled in size.

Preheat the oven to 210C (415F, Gas Mark 6-7).

Punch down the dough with your fist to release the air. Divide into two or three equal portions and roll out or press to a thickness of 4-5mm (¼ in). Transfer to lightly oiled pizza trays.

Top with your choice of toppings and cook for 15 minutes. Then slide the pizza off the tray onto the oven shelf and cook for a further 3-4 minutes, to crisp up the base.

----------------------------------------------------------
Versi Bahasa Indonesia:

Adonan dasar Pizza:

1 sachet (@ 7g = 1/4 oz = 2 sdt) ragi (Misalnya: Fermipan atau merek lainnya)
1 sdt gula pasir
2 ½ cups tepung protein tinggi (tepung cakra kembar) (kurang lebih 350 gr)
garam
2 sdm minyak zaitun
Cara mengolahnya:

Larutkan ragi dan gula di mangkuk kecil dengan 200ml air hangat. Aduk rata dan sisihkan selama 10 menit, atau hingga campuran raginya berbuih.

Campur tepung dan sejumput garam di mangkuk besar. Buatlah lubang di tengah2 campuran tepung dan masukkan ragi dan olive oil. Campur hingga menjadi adonan.

Taburi meja kerja dengan sedikit tepung, lalu uleni adonan selama 5-7 menit, atau hingga lembut dan elastic (ciri-cirinya di tangan dan di meja kerja ga lengket lagi dan adonan kelihatan mengkilat ”ab).
Tempatkan adonan di dalam mangkuk yang sudah diolesi dengan minyak, tutup dengan serbet lembab atau plastik dan biarkan di tempat yang hangat selama 1 - 1 ½ jam, atau hingga adonannya membengkak berlipat ganda.

Panaskan oven suhu 210C (415F, Gas Mark 6-7).

Tinju adonan untuk mengeluarkan gelembung udara. Bagi adonan menjadi 2-3 bagian yang sama dan gilas atau tekan-tekan seukuran 4-5mm (¼ inci). Pindahkan ke loyang pizza (kalau ada). (Alternatif lain menggunakan loyang biskuit dan adonannya dibentuk bulatan lalu gilas ”ab).

Tutup dengan pilihan topping kesukaan masing-masing dan panggang selama 15 menit. Lalu pindahkan pizza ke atas rak oven dan panggang lagi selama 3-4 menit, hingga lebih garing di bagian bawahnya.
=================
Cerita sy nih...
Bikin ragi :

Waktu bikinnya sy ikutin tips dari buku "Perfect pizza" Chef express. Disana ditulis bahwa ragi akan bekerja dengan maksimal jika dicampur air dengan suhu sekitar 25 der C/78 der F. Cara yang paling mudah untuk mengetahui suhu air jika kita tidak punya termometer khusus adalah dengan mencampurkan 1/3 air mendidih dengan 2/3 air biasa.
Cara ini sy pakai setelah campuran ragi dan air yang pertama keliatannya tidak bekerja sempurna. Akhirnya dibuang dan bikin dengan tips tadi. Hasilnya mantap... raginya bergelembung-gelembung.. blub.. blub.. blub.. :D




Bikin adonan :
Bagian ini nih yang membuat kedua tangan sy menjerit-jerit.. *hiperbola bangets :D *. Soalnya hampir lebih dari 45 menit, adonan ngga mau kalis euy. Sebenernya setelah jalan separuh dari waktu tadi dan diuleni dengan teknik ayunan badan dan lengan ala mba arfi (heheh.. thx ya mba, buat ilmunya), adonan udah mulai tampak kalis cuman pas adonan dibalik dari bagian dalam keluar naah.. ada yang nempel lagi. Gimana nih temans? udah bisa dikategorikan kalis belum nih?? Terus nih, ceritanya kan pengen nyobain ngulenin diatas meja. Tapi berhubung ngga ada meja khusus, jadinya meja dikasih talenan kaca. Sebenernya udah mikir pasti bakalan geser-geser deh, cuman bandel aja tetep dilakonin.. hihihi.. Bener kan, selain geser-geser si talenan ikut-ikutan keangkat sama adonannya :D. Ngga pantang menyerah, tiba-tiba inget punya alas antislip. Aha! berhasil!.. dan bisa nyuci lagi eh ngulenin :D
Eh ada yang lupa nih. Diresep kan ditulis terigunya 2 1/2 cup atau kurleb 35ogram. Nah, setelah sy ukur pake cup, ternyata cuman dapet sekitar 280 gram aja. Dan takaran ini yang sy pakai. Apa ini yah penyebab adonannya jadi susah kalis?
Topping :
Pizza #1 : base diolesi pasta tomat, taburi keju cheddar dan susun diatasnya salami. Trus kasih paprika hijau.
Pizza #2 : pakai topping standar ajah. Bikin sausnya dulu. Bw bombay dan bw putih ditumis, masukkan tomat potong segar. Hancurkan tomat dan masukkan daging cincang. Masak sampai matang dan sedikit kental. Tambahkan oregano. Base dioles pasta tomat, tuangkan sausnya setengahnya dulu saja. Beri potongan dadu mozarella dan parutan keju cheddar, tutup lagi dengan saus. Terakhir beri paprika hijau, jagung manis dan cheddar lagi.
Pizza #3 : Baru dibikin besoknya setelah masuk freezer. Toppingnya pake resep "Oriental chicken pizza" dari buku yang sama, tapi dimodifikasi sesuai bahan yang ada dirumah. Base diolesin dengan saus thick teriyaki. Beri daging cincang yang sudah ditumis dengan bw bombay dan daun ketumbar. Terakhir beri paprika hijau dan taburi daun ketumbar lag.
Hasil akhir :
Pizza #1 : waktu manggangnya kelamaan. Diresep ditulis setelah 15 menit dipanggang lagi 3-4 menit. Nah sy kyknya lebih dari 5 menit deh. Jadinya hasilnya keras heheh.. sampe waktu mau dipotong harus pake kekuatan otot ekstra :P. Padahal wangi salaminya menggoda hati.
Pizza #2 : nah ini yang suksesss. Manggangnya lebih cepet dari yang pertama. Trus waktu keluar dari oven sy minta tester setia buat nyobain dan jawabannya: enakkk. Baru deh berani nawarin ke aki dan nenek (baca : mertua). Eehh.. ternyata pada doyan. Pizzanya yang garing (berbeda sama pizza yang biasa kita beli) malah bikin ketagihan. Ga cukup cuman 1 potong.. tambah lagi.. dan lagi.. dan lagi.. :D
(yang ke-3 ga ada fotonya :P )
Pizza #3 : kurang memuaskan. Setelah dithawing, ternyata adonan berubah jadi lembek banget dan tipis. Sy menyimpan dalam keadaan sudah dibentuk siap pakai. Hanya karena sayang kalau dibuang, tetep diberi topping dan dibakar. Hasilnya memang ngga ngembang sama sekali. Tebalnya tetep sama seperti sebelum dibakar. Dan jadinya malah bener-bener keras! Tapi toppingnya rasanya seru :D.

Gitu deh ceritanya...
Moga-moga masih sempet buat bikin lagi.. buat temen-temen yang udah baca, tolong kasih komen dan tips yaa biar bisa sukses bikin pizzanya nih.. thanks anyway

C U di KBB #4 ... :)
Blog Widget by LinkWithin