Showing posts with label KBB. Show all posts
Showing posts with label KBB. Show all posts

Saturday, April 5, 2014

KBB #39: Made in Indonesia - Lapis legit prune

Bukan namanya KBB kalau tidak bikin kaget setiap dapat surat cintanya. Kali ini hampir bikin pingsan, karena harus bikin lapis legit yang sebenernya udah ada niat dari jaman dulu tapi tidak pernah kesampaian untuk dibikin. 
Jadilah si tantangan ini dikerjakan juga, tapi meleset juga dari target. Maunya dikerjakan dari pagi hari, alhasil baru bisa sore. Karena loyang kotak ukuran 18cm ternyata tidak tersedia di lemari dapur. Males konversi bahan jadinya hunting dulu deh ke toko. *ahahaaa.. modus sebenernya, biar loyang nambah*

Hal yang paling tidak tega selama proses membuat lapis legit ini adalah memecahkan 27 telur. Yang terbayang-bayang hanyalah kolesterol dan ngeri kalau ternyata hasilnya tidak memuaskan (baca : gagal). 
But the show must go on.... 



See? itu belum semua telur yang harus dipecahkan. 
Okey, mari kita lanjutkan misi menaklukan resep makanan tradisional Indonesia ini. Oya, sebelum lupa, judulnya kan Lapis Legit Prune tapi karena saya kesulitan untuk mencari prunes di kota kecil ini jadilah si prunes diganti oleh manisan dan kismis saja. 


Lapis Legit Prune
Sumber: Binder Primarasa

Bahan:
margarin/mentega untuk olesan
200 gr   mentega
200 gr   margarin
2 sdm   susu kental manis
27         kuning telur
2           putih telur
200 gr    gula kastor
20 gr     emulsifier (TBM), optional
½ sdt    vanili bubuk
60 gr     tepung terigu, ayak dengan
25 gr     maizena

Taburan:
200 gr    manisan buah prune, buang bijinya, belah dua.

Cara:
1. Olesi dasar loyang ukuran 18x18x5 cm dengan margarin, alasi kertas roti, olesi margarin.
2. Kocok mentega, margarin, susu kental manis dengan mixer hingga putih dan lembut (± 15 menit).
3. Dalam mangkuk lain, kocok kuning dan putih telur, gula, emulsifier, vanili hingga putih dan kental (± 20 menit).
4. Masukkan campuran mentega sedikit demi sedikit ke dalam telur kocok, aduk rata dengan mixer. Tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit, aduk dengan spatula hingga rata.
5. Lapisan I: Panaskan oven dengan api bawah sampai mencapai suhu 180oC. Tuang 1 sendok sayur (± 50 mL) adonan ke dalam loyang, ratakan dengan punggung sendok makan/spatula.
6. Masukkan ke dalam oven, taruh di rak paling bawah. Panggang kue sampai kecoklatan (± 3 menit), keluarkan dari oven, olesi permukaannya dengan margarin/mentega, tekan-tekan dengan alat pemadat supaya rata dan padat.
7. Lapisan II: Tetap menggunakan api bawah, tuang 2 sdm (± 25 mL) adonan, ratakan, panggang kembali sampai kecoklatan (± 3 menit), olesi margarin/mentega, tekan-tekan.
8. Lapisan III dan seterusnya: Ulangi step 7 sebanyak 4x.
Matikan api bawah, nyalakan api atas. Pakai api kecil saja. Teruskan melapis sampai sisa adonan habis. Setiap selesai memanggang tekan kue supaya rata dan padat, baru tuangi adonan.
Setiap selesai mengerjakan 3 lapisan, susun potongan prune di atasnya. Sisakan 4-5 potong prune untuk hiasan bagian atas kue.
Setelah adonan habis, matikan api atas, nyalakan kembali api bawah pada suhu 180oC. Pindahkan kue ke rak tengah, teruskan memanggang selama ± 15 menit, agar setiap lapisan kue masak. Keluarkan dari oven, dinginkan. Potong-potong sesuai selera.



Sepertinya  lapis legit bikinan kurang sukses. Kenapanya belum tahu. Sepertinya mentega berperan sangat penting. Mungkin harus memakai mentega yang sangat kuat wanginya, wijsman misalnya. Dan lapgit saya pun hasil jadinya pendek, entah karena tidak mengembang alias bantet atau karena proses tekan menekannya terlalu keras ya, yang menyebabkan tiap lapisannya tampak sangat tipis.


Atau pengaruh suhu ya? Di resep disebutkan pakailah api kecil saat pemanggangan menggunakan api kecil. Tapi begitu saya setel di 150 derajat Celcius, lama pemanggangan menjadi sekitar 6-8 menit untuk menghasilkan permukaan yang kecoklatan. Alhasil total mantengin oven hampir 6jam saja pemirsa.. ahahahaaa... sungguh saat lama. Masalahnya kita hampir tidak bisa kemana-mana, beranjak agak jauh saja si timer sudah berbunyi teriak-teriak. 

Inilah kenapa harga lapis legit begitu mahal, seloyang bisa setengah juta :D ... oww..owwww... sepadan lah dengan tenaga dan waktu yang dihabiskan. Setuju kan? #setujuuuu.... 

(note: foto hasil akhirnya belum jadi yaaa... menyusul!)




Saturday, November 30, 2013

KBB #37 : Gingerbread House... yeeaayy...!



fuiiihhhh....
Kelar juga bikin GBH kali ini...
Kurang puas sama hasilnya, teksturnya agak beda dengan beberapa resep yang pernah saya buat.Soal rasa sih si kue jahe ini enak, ngga terlalu tajam spices nya. 
Tapi serunya bikin GBH tuh saat tiba waktunya untuk menghias. Anak-anak seneng banget dibolehin menghias sesuai keinginan mereka, meskipun untuk urusan piping icing masih saya yang mengerjakan.



Oya, yang agak beda untuk GBH ini, alasnya pun memakai alas kue jahe. Dulu2 langsung aja dirakit diatas alas kuenya.

Gingerbread House
(Joy of Cooking - Irma S. Rombauer)
Hasil: 1 bh gingerbread house, lebar 5.5 inc, tinggi 7 inc, alas bujur sangkar 9 inc, dan 10-15 cookies
Resep Gingerbread House
Dalam panci medium (2-quart), lelehkan:
1 cup (2 sticks) butter/margarine
Tambahkan ke dalamnya dan aduk perlahan dengan api kecil hingga gula larut:
1 cup     gula
1 cup     unsulphured molasses
Pindahkan dari api, sisihkan campuran ini hingga hangat kuku.
Sementara itu di bowl yang besar, campur:
½ cup all-purpose flour
1 sdt      baking soda
1 sdt      garam
1 sdm    ground ginger
1 sdt      ground cinnamon
1 sdt      grated/ground nutmeg
Buat lubang di tengah dry ingredients ini, tuang campuran butter hangat, aduk hingga semua rata. Tambahkan:
½ cup    all-purpose flour
hingga adonan berbentuk bulat dan terkumpul di sisi bowl.
Keluarkan dari bowl, uleni 3-4 kali di meja hingga smooth & pliable. Bungkus, simpan di lemari pendingin hingga dingin. (Adonan bisa disiapkan beberapa hari sebelumnya)
Setelah dari lemari pendingin, jika adonan masih terlalu lembek saat digilas, maka tambahkan sedikit tepung.
Membuat pola/template:
Buat pola di kertas karton dan potong. Siapkan 2 bh sisi dinding samping, 1 bh bgn depan, 1 bh bgn belakang, 2 bh atap, dan  1 bh alas.
Tabur sedikit tepung dikedua sisi pola/template untuk mencegah adonan lengket pada pola.
Pola/Template Gingerbread house:
2 bh dinding samping bentuk persegi panjang, @ 4 x 3 inc. Setelah adonan digilas, bentuk jendela kecil di tengahnya.
2 bh bgn depan & belakang rumah, bentuk gabungan persegipanjang + segitiga, @ 5 ¼ x 3 inc, tinggi dari dasar-kerucut segitiga 6 ¾ inc. Setelah adonan digilas, bentuk pintu dan jendela untuk bagian depan rumah saja. Belakang tidak perlu pintu & jendela.
2 bh atap bentuk persegi panjang, @ 5 x 6 inc
1 bh alas bentuk bujur sangkar 9 x 9 inc.
Memotong & memanggang gingerbreadhouse:
1. Panaskan oven 350oF (170-180oC)
2. Dengan rolling pin yang sudah diberi sedikit tepung, gilas 1/3 adonan langsung di ungreased cookie sheet. Gilas hingga ketebalan sekitar ¼  inc. Tabur sedikit tepung. Letakkan sebanyak mungkin pola/template di atasnya, sisakan jarak ¾ inc untuk cookie mengembang.
3. Potong pinggir pola dengan pisau tajam. Angkat, dan kelupas sisa potongan pola, kumpulkan untuk digilas kembali. Ulangi dengan cookie sheet ke-2 dan ke-3 dengan menggunakan sisa adonan tsb. Potong bagian jendela depan & samping dan pintu depan, tapi jangan diangkat potongan adonannya (jika diangkat sekarang, jendela dan pintu akan melengkung/bengkok).
4. Gilas sisa adonan untuk membuat gingerbread people, pagar, kotak post, binatang, dan bentuk lain dengan cookie cutter atau pisau.
5. Panggang 12-15 menit hingga agak gelap dan cookie hampir keras, cookie akan keras sempurna saat didinginkan. (Jika cookie tidak renyah setelah didinginkan, kembali panggang beberapa menit lagi).
6. Setelah dikeluarkan dari oven, kelupas pinggir cookie yang tidak terpakai denga pisau, sisihkan untuk decoration. Lepaskan bagian jendela dan pintu juga.
7. Di saat cookie mengeras tapi masih hangat, gunakan spatula lebar untuk memindahkannya ke cooling rack hingga dingin sempurna. Simpan hingga siap didekorasi.
Membangun rumah:
Siapkan 2-3 resep Royal Decorative Icing.
Rumah akan membutuhkan 2-6 cup icing, tergantung dekorasi. Pisahkan ½ bagian untuk memasang rumah, dan sisanya utk dekorasi dan dicampur pewarna.
Segera tutup icing supaya mereka tdk mengeras.
1. Letakkan alas di tray (gunakan sisi terluar cookie utk bgn rumah yg menghadap rumah). Posisikan bgn depan, belakang, dan dinding rumah di tengah alas gingerbread house. Dengan semua sisi saling bersentuhan, tandai dengan garis pola rumah tsb sebagai pondasi rumah. Ini untuk perkiraan posisi house di alasnya.
2.  Semprotkan icing di sepanjang garis pola pondasi rumah. Satu persatu, letakkan dinding dan semprotkan icing sepanjang sisinya. Ulangi hingga semua bagian rumah bisa berdiri. Sementara mengering, tahan dinding dengan kaleng/botol selai hingga mengering 1 jam s/d semalaman tergantung kelembaban.
Jangan tambahkan atap hingga icing benar-benar kering, hingga struktur rumah kokoh. Jangan khawatir icing ada yang muncul ke permukaan, nanti akan ditutup dengan dekorasi.
Memasang atap:
1. Semprotkan icing sepanjang sisi, tekan, tambahkan tambahan icing jika perlu untuk kestabilan. Tahan dengan botol bila perlu supaya tidak merosot. Jangan dihias hingga benar-benar kokoh, nanti bisa rubuh saat dihias.
Resep Royal Decorative Icing
Ayak:
1/8 sdt   cream of tartar
½  cup confectioner's sugar
Kocok hingga stiff, but not dry:
2 large egg whites, room temperature
Bertahap, tambahkan gula ayak dan:
2 sdm    lemon juice
hingga mencapai good consistency. Tutup dengan lap lembab hingga akan digunakan.
Jika menginginkan icing yang lebih kental, tambahkan sedikit gula.
Jika menginginkan icing lebih encer, tambahkan lemon juice/putih telur/air.


*belum sempat untuk mengedit isi blognya nih. Proses pembuatannya nanti diupload secepatnya ya..*

Round up untuk tantangan kali ini bisa dilihat disini yaa... Keren-keren banget hasil mereka ... jempooollss



Friday, May 31, 2013

KBB #34 : Bika Ambon (Made in Indonesia)


Whaaattt??? Bika ambon? *pingsan*

Tidak pernah kebayang sedikitpun kalau harus berhadapan sama resep bika ambon. Kebayang ribet dan ngeri gagal. Resep tradisional Indonesia itu rumit.. Hebat banget yaa nenek moyang kita yang menciptakan begitu beraneka ragam masakan yang tidak hanya lezat tapi butuh keahlian yang dahsyat...

Kalau mau praktis, yaaa tinggal beli aja di pasar tradisional atau toko2 yang menjual jajanan pasar. Iya kan? Tidak perlu merogoh saku sampe dalem kita sudah bisa beli beraneka ragam kue.. Syedaaapppp...
Tapi.. Begitu kita bisa menaklukkannya sendiri di dapur kita, rasanya luaaarr biasaaa...

Memang perlu keinginan yang besar sekali untuk bisa memulai, kalau tidak karena tantangan KBB kali ini entah kapan pula si resep bika ambon bakalan jadi salah satu penghuni list resep yang mau dicoba.

BIKA AMBON
by Rachmah Setyawati
Bahan Biang :
50 gr Tepung Terigu
20 gr Ragi
25 gr Gula Pasir
3 gr Garam Halus
100 ml Air Kelapa

Bahan lainnya :
250 gr Tepung Tapioka/Kanji
12 butir kuning telur
4 butir putih telur
275 gr Gula Pasir

Bahan Cair :
500 ml Santan mentah kental (dari 2 butir kelapa utuh)
2 gr Garam halus
3 btg Serai
8 lbr daun jeruk (buang tulang daunnya)
2 lbr daun pandan

Cara membuat :
1. Aduk bahan biang. Taruh dlm baskom ragi instant, tepung terigu, lalu gula pasir dan garam halus. Tuangi air kelapa, uleni /aduk dengan tangan hingga merata, lalu tutup baskom dengan lap/plastik wrap, diamkan hingga 30-45 menit. Biarkan hingga adonan biang mengembang.
2. Sambil menunggu adonan biang mengembang, masak santan kental beserta garam halus, serai, daun jeruk dan daun pandan , hingga panas saja (tidk sampai mendidih). Sisihkan , biarkan dingin suhu ruang.
3. Kocok semua telur dan gula pasir hingga mengental. Kemudian ambil adonan biang, campurkan dengan tepung tapioka/kanji, aduk menggunakan tangan merata. Lalu tambahkan adonan telur kental tadi ke dalamnya sedikit demi sedikit sambil terus diaduk tangan. Gerakkan telapak tangan naik turun saat mengaduknya (dikeplok-keplok), hingga tercampur merata semua adonan. Kemudian masukkan santan kental yang sudah disaring terlebih dahulu. Aduk rata kembali menggunakan tangan,dgn cara yg sama dikeplok-keplok hingga adonan tercampur rata dengan tekstur yg halus (sekitar hampir 20menit), kemudian diamkan adonan ini hingga 3 jam (tutup atas dgn lap/plastic wrap).
4. Setelah 3 jam, olesi tipis2 seluruh permukaan loyang dgn minyak goreng. Alasi permukaan dasar loyang dgn kertas roti dan poles lagi minyak goreng. 
5. Panaskan oven dengan panas sedang (sekitar 160 derajat celcius) - api bawah saja. Letakkan sejenak loyang tadi sekitar 15 menit di dalam oven, kemudian keluarkan dan tuang adonan ke dalam loyang.
6. Masukkan loyang berisi adonan ke dalam oven, panggang di rak paling bawah, buka sedikit pintu oven , hanya hingga adonan bika ambon dlm loyang sudah terlihat berlubang2 permukaan atasnya (pertanda sudah mulai terbentuk serat pd adonan bika ambon, baru kemudian tutup pintu oven , lanjutkan pemanggangan hingga matang sempurna, sekitar 40-50menit. 
Lakukan tes tusuk untuk lebih menyakinkan apakah kue sdh matang sempurna. Setelah matang, matikan api bawah oven,
Lalu nyalakan api atas, panggang sejenak/hingga permukaan bika ambon terlihat lebih kecoklatan. 
7. Matikan api oven, keluarkan bika ambon, diamkan di suhu ruang hingga dingin, baru kemudian gunakan pisau kecil tajam, untuk membantu mengeluarkan bika ambon dari loyangnya.
Keterangan : untuk loyang kotak ukuran 20X20X7/10cm

Naahh sekarang mari kita gali bagaimana proses pembuatannya..
untuk resep ini, diperlukan waktu kurang lebih 7 jam (ukuran kerja saya yah) dari mulai persiapan bahan, sampai keluar dari oven. Jadi memang butuh spare waktu yang cukup untuk membuatnya. Tidak boleh buru-buru, soalnya banyak proses yang harus didiamkan dahulu.

Mari kita membuat biang dahulu, karena adonan biang harus didiamkan sampai mengembang.


Sambil menunggu biang istirahat, kita siapkan adonan cairnya ya. Coba lihat bahan dasarnya, sangat Indonesia! ada sereh, daun jeruk dan daun pandan. Tidak heran kalau rasa bika ambon itu beda dengan kue-kue jajanan pasar yang lain.

Langkah berikutnya, kita kocok dulu telur sampai mengental. Setelah itu kita campur adonan biang dengan bahan kering yang disebut di resep.



Sampai di tahap ini nih bagian yang paling serunya. Suatu proses yang mengharuskan menggunakan tangan, tidak bisa tidak. Only by hand! supaya hasilnya memuaskan. Gerakannya pun dengan cara seperti menepuk-nepuk adonan, bahasa gaulnya sih dikeplok-keplok.. haaa.. keren kan istilahnya?

Setelah keduanya tercampur dengan rata, masukkan cairan santan kental yang tadi kita dinginkan. Saring dulu yaa jangan lupa. Jangan lupa teruskan gerakan mengeplok-ngeploknya. Sampai 20 menit!

Pegel? ya iyaaa laaahh... 20 menit untuk gerakan naik-turun seperti itu pastinya bikin panas lengan hehee..

Kemudian diamkan 3 jam, dan hasilnya adonan saya seperti ini penampakannya. Saya lupa apakah adonan yang seharusnya begini juga atau tidak.


Proses pemanggangan adalah bagian yang tricky lainnya. Menurut diskusi teman-teman di milis, alas rotinya nanti bisa tiba-tiba melayang ditengah adonan bukan berada di dasar loyang lagi. Waaah... lalu mengatasinya gimana dong? Coba nanti saya cari tahu lagi ya, karena saya menulis ini setelah hampir 1 tahun dibiarkan hanya dalam format draft saja.. hahahaaa..

Seingat saya,
- kertas roti harus sampai ke kedua dinding loyang sehingga nanti mudah untuk mengeluarkan adonan yang sudah matang
- loyang harus dipanaskan dulu sebelum dituang adonan
- jangan lupa untuk mengoles kertas rotinya dengan minyak sayur


Dari awal sampai tahap hampir selesai tinggal menunggu memasukkan adonan ke loyang tampak lancar-lancar saja. Tapi tahukah apa yang terjadi? Ada beberapa kecerobohan yang saya buat. Pertama, satu loyang belum diberi alas kertas roti. Kedua, tidak mengatisipasi kebocoran loyang, padahal konsistensi adonan ini sangat cair.
Jadi pada saat loyang sudah dipanaskan dan kemudian dituang ke loyang pertama, yang terjadi adalah adonan yang merembes keluar loyang. Waaahh... Chaos!


Dan karena tidak punya loyang yang lain dengan ukuran yang cukup untuk resep yang saya buat, terpaksa tetap menggunakan loyang tersebut namun dengan dialas dengan loyang yang lain. LOL..
Adonan dipanggang sesuai petunjuk resep yaa..

 

Jadi akhirnya satu loyang berakhir dengan kondisi seperti foto yang diatas. So sad :(
Tapi, perjuangan seharian itu membawa kebahagiaan yang tiada tandingannya *lebay*...  Bika ambonnya berserat.. yeeaaayyyy... So happy :) *loncat-loncat*


 Sekarang lebih menyadari lagi kenapa Bika Ambon sangat mahal dijual di tempat aslinya di Medan sana, susah banget bikinnya. Tapi hebatnya nih, banyak kan bika ambon dijual di pasar tradisional. Harganya murah tuh, kenapa bisa ya? Mungkin tukang kuenya udah sangat jago jadi ngga perlu teknik-teknik khusus lagi. Hmmm baiklah... practices make perfect.


Selamat menikmati penganan khas Indonesia hasil karya member KBB lain disini yaa... Nyaammm...

Saturday, March 30, 2013

KBB #33 : Bagels



Lama hilang dan timbul ikutan tantangan KBB. Malu hati sih... tapi kok hati belom rela kalau mau hengkang dari grup yang keren ini. Teman-teman seperjuangan satu per satu mengundurkan diri, sedih memang meskipun kita tetep keep in touch :D.

Ok, to the point ke tantangan aja deh. Ini aja udah di ujung tanduk deadline lagi menyelesaikan pe-er nya. Padahal nih, si bagels udah dari dulu ingin mencobanya. Tapi niat hanya tinggal niat, resep hanya tinggal tumpukan resep di lemari *blushing*. Jadi kapan lagi untuk bisa menjajal resep kalau bukan di tantangan ini.
Oya, biasanya dalam sebulan periode mengerjakan resep ini, teman-teman saling sharing pengalaman di milis. Tapi apa daya, untuk buka email pun waktunya sedikit. Klise yaah :D .... Nah, berbekal ketidaktahuan ilmu, info, tips dan trik dalam membuat bagel ini, saya tetap nekat tancap gas.

Untuk resepnya, bisa dilihat di blog nya KBB aja yaa... Klik DISINI






*review nya menyusul yaa...*




Mau liat dong bagels-bagels yang lain buatan temen2 KBB? yuukk mariii disini


Friday, November 25, 2011

KBB #26: Panettone (Traditional Italian Christmas bread)


Haiiii.. lama tidak blogging kangen berat nih. really miss it!
Tantangan kali ini temanya pas banget buat temen-temen yang mau merayakan natal/tahun baru, karena Panettone disajikan disaat holiday season. Jadi, yang mau merasakan suasana seperti di eropa sana, dicobain aja yuukk.. saya juga belom pernah tahu tekstur dan rasa yang sebenarnya seperti apa. Jadi, ngga tahu juga ini udah bener apa belom, atau udah mendekati tekstur dan rasa aslinya atau belom  haahaaa..



Panettone
Source: The Worldwide Gourmet

Bahan :
1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi) = 11 gram ragi kering
65 ml (1/4 cup) gula
6 tbsp air hangat
6 kuning telur
Lemon zest dari 1 buah lemon
Sejumput garam
500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu
100 ml (6 sdm) potongan candied peel
100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega
4 sdm sultana
4 sdm currant (beri - berian )
1 sdt vanilla

Cara Membuat :

  • Masukan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian  mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit.

  • Masukan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan. Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.

  • Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket.
  • Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit. Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.

  • Kempiskan adonan, tambakan candied lemon peel, kismis dan currants kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.
  • Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar, masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya. Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang, Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut.

  • Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.
  • Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang.



Campuran ragi + air + gula saya masukkan kedalam oven yang sebelumnya dihangatkan sebentar, karena suhu ruangan saat bikin adonan lagi dingiiin banget. tuuh lihat mengembangnya bagus banget kan. Oya, kalau berurusan dengan ragi, hati2 dengan kemasan yang sudah terbuka lama. Bisa-bisa raginya udah ngga bagus lagi alias masuk angin hehehe...


Saya bingung nih sama adonannya, setelah masuk terigu (padahal dimasukinnya pun sedikit demi sedikit ngga langsung plek semua takaran masuk), tapi baru 1/2 bagian terigu aja ini adonan udah kering dan mawur alias misah-misah gitu tidak homogen. Padahal di resep dibilang sampai adonan dapat dibulatkan. Jadinya ngga berani nambah terigu karena khawatir semakin kering. Temen-temen yang lain bahkan bilangnya sih harus ditambah cairannya. Tapi dipikir-pikir, sama aja kan antara formula yang pertama yaitu cairan ditambah dengan formula yang kedua yaitu terigu dikurangi. hhhmmm... belom ada yang nanggepin pertanyaan saya ini, mungkin ngga crusial juga kaliii :D.

Setelah ditambah butter, tekstur adonannya malah berminyak. Ini juga ngga tau kenapa begitu. Butter saya tambahkan dalam keadaan suhu ruang, sudah dipotong kecil-kecil juga. Cumaann... memang waktu mengulenin tidak sampai 10 menit hehehe.. soalnya kok merasa tambah alot aja adonannya, bukannya tambah elastis. Sudahlah langsung diistirahatkan saja. bikin 1/2 resep masuk ke loyang 12cm yang sebelumnya diberi kertas roti yang mengelilingi bagian dalam loyang.







Tekstur aslinya konon antara roti dan cake. Memang iya sih, cake ngga roti pun ngga. Resep yang ini menurut lidah saya sih rasanya sedikit plain, tapi karena kandungan buah-buahnya jadinya pas. Kalau ditambahin lebih banyak malah mungkin lebih asik nih panettone nya.

oya, sebenernya saya bikin 2x. Tadinya mau lihat sukses atau ngga nya karena sayang si buah-buahannya kalau gagal xixixiii... Batch pertama dimasukin ke cup muffin kertas. Keliatannya ngga terlalu mengembang, tapi setelah dimakan justru serat-serat rotinya lebih jelas. Karena ngga puas dengan penampilannya, akhirnya langsung bikin 1/2 resep lagi. Nah yang kedua ini nguleninnya kalau ngga salah inget memang lebih sebentar daripada yang pertama. Hasilnya seperti di foto ini, keliatan kan tekstur cake nya.. Orang rumah lebih doyang tekstur yang pertama, yang berserat roti.

next time harus nyoba resep yang lain aaaaahhhh....
Happy Holiday...... 




Monday, May 23, 2011

KBB #23: Chessy Fun

Yaaayyy.... it's KBB time again..



Tidak berasa yah udah waktunya bikin tantangan di KBB lagi. Kali ini temanya serba keju, ada ricotta, ada maskarpone.. ooopppsss... *liat isi dompet*. Selain keju, isiannya ada manisan aprikot, sultana (temennya kismis), dan kacang-kacangan. Pfiiuuhh.. lumayan kelas berat nih ongkosnya :D.

Tapi ngga masalah, karena hasilnya ternyata enaaaakkkkssss.... Cheese cake-nya ngga mblenger atau mahteg (bener nulisnya ngga ya?), soalnya kadang cheese cake suka bikin eneg. Versi ini rasa kejunya pas, bercampur dengan asem seger dari lemon, dan manis buah aprikot + sultana. Cheese cake-nya dibalut oleh crusty kacang beraroma kayu manis + brown sugarnya bikin klepek-klepeeekkk...

Lemon cheese cake

Lemon Cheesecake
Sumber: Successful Baking
Untuk 8-10 porsi

Bahan-bahan : (sy bikin untuk 250 gr ricotta, yang lainnya menyesuaikan)

¼ cup port (sejenis wine) --> sofie: air jeruk lemon
¼ cup orange juice (sofie: air jeruk sunkist)
75g sultanas
150g mascarpone
400g ricotta
125g gula kastor
2 btr telur, pisahkan kuning dan putihnya
3 buah lemon, parut kulitnya
60g tepung terigu
80g manisan apricot, iris tipis

Crust:
30g mentega tawar
185g kacang2an, haluskan (sofie: kacang mede)
8 sdt gula kastor
4 sdt dark brown sugar
½ sdt bubuk kayu manis
¼ sdt bubuk mixed spice (sofie : bumbu lapis legit)


Panaskan oven 170C. Siapkan loyang ukuran 23cm (sofie: loyang 20cm), olesi dasar dan sisi2 loyang dengan mentega leleh. Alasi dasar loyang dengan baking paper, lalu olesi mentega leleh.

Panasi port, orange juice, dan sultanas di dalam panci selama 5 menit. Angkat dari api, tutup dan biarkan selama 15 menit.

Crust: panaskan mentega hingga leleh, masukkan kacang2an, semua gula dan rempah-rempah; aduk rata. Letakkan di dasar dan sisi loyang, tekan-tekan supaya padat dan melekat.

Kocok mascarpone dan ricotta hingga lembut, lalu masukkan gula, kuning telur dan parutan kulit jeruk, lalu masukkan tepung, aduk hingga rata dan lembut. Masukkan campuran sultanas-port-orange juice dan apricots.

Kocok putih telur di dalam mangkuk yang bersih dan bebas lemak hingga soft peaks. Masukkan putih telur kocok ke dalam campuran keju. Tuang ke dalam loyang, ratakan permukaannya.

Letakkan loyang ke atas loyang oven/loyang biscuit (oven tray/baking tray), panggang selama 1 jam, atau hingga permukaan cheesecake set tengah2nya dan berwarna emas kecoklatan di sekelilingnya. Matikan oven. Biarkan cheesecake di dalam oven dengan pintu dibuka sedikit selama 50-60 menit.

Keluarkan cheesecake dari oven. Gunakan pisau tumpul secara perlahan ke sekeliling cheesecake, lalu biarkan hingga betul2 dingin. Keluarkan cheesecake dari loyang dan dinginkan dalam kulkas selama 2 jam sebelum disajikan.

Tips: olesi mentega leleh ke sekeliling loyang agak tebal sehingga crust kacang akan terbalut secara merata.


LCC proses 1


Proses bikin crust-nya lumayan ngabisin waktu. Sebelum dihaluskan, kacang mede dipanggang sebentar karena menurut mbak Emma Isti kacang sebaiknya dipanggang dulu supaya harum kacangnya lebih keluar. Tapi jangan terlalu lama supaya nanti pas dipanggang dengan cheese cakenya si crust ngga gampang gosong. Kacangnya dihaluskan betul yah, soalnya kalau masih kasar nanti gampang ambyar crust-nya.

LCC proses 2

Bikin cheese cake ngga terlalu masalah. Tinggal ikutin resep, jadi deh...
Yang lama lagi yaitu saat memanggang. Setelah selesai memanggang, cake harus tetap didalam oven. Biarkan dingin, masuk kulkas. Kalau belum set trus dicoba dikeluarkan dari loyang, resiko ancur crust-nya. Saya tidak punya springform, jadi pakai loyang biasa saja tapi dasar dan pinggir bagian dalam loyang dialasi dengan aluminium foil dulu. Tetep bisa kok.. hanya memang harus lebih hati-hati mengeluarkannya.


Lemon cheese cake

Oya, sebelumnya saya ikutan ngerjain bareng-bareng temen KBB bandung di rumahnya Lina. Yang bisa ikut cuman berenam aja, tapi tetep seru kok. Sambil nunggu cake mateng, ngegosip ngalor ngidul dengan mulut ngga berhenti ngunyah. Seruuu.... Tapi karena saya udah keburu ada yang ngejemput, ngga sempet foto hasil akhirnya. Jadi mini LCC dibawa ke rumah, tapi sayang pas difoto kok hasil jepretannya ancurrr *huhuhu* udah nungging sana-sini juga tetep aja jelek. Tapi jadi ada alesan buat ngebikin ulang, padahal emang karena doyaaann heheheh....


mini Lemon Cheese Cake



Updated:
Di facebook, mba arfi bilang lihat email. Ada apa nih? buru2 deh cek disana, dan ternyataaa... wwwooooowww... dapet logo dibawah ini nih *jingkrak-jingkrak*. Makasiiih yaaa mbaa..

Thursday, March 31, 2011

KBB #22: Brudel Menado with Spun Sugar


KBB emang hebat dehhh... Kali ini ilmu saya bertambah di sugar art. Haiyaaa bahasanya keren xixixi... Tapi betul deh, sekarang saya jadi tahu apa yang namanya Spun Sugar. Coba kalau kita nanya ke om google atau mang yahoo dengan keyword spun sugar, triiinggg...! muncul deh dekorasi-dekorasi yang cantik aduhai sampe mangap lupa nutup mulut *oops*.

Spun sugarnya pake resep yang dikirim lewat surat cinta KBB. Nah si spun sugar ini harus digabungkan dengan makanan khas indonesia (yang di-baking tentu saja). Tadinya pengen nyobain bikin kue sus ditumpuk-tumpuk yang dikenal dengan nama croqoumbouche, tapi ngga jadi hehe.. Trus tiba-tiba pada rame ngomongin soal Brudel Manado, cake yang beragi. Lucu yah? cake kok pake ragi.. jadi ini khas dari daerah timur Indonesia sana, teksturnya antara roti dan cake. Enak juga looh.. pas banget buat dijadiin temen ngeteh di sore hari.

Brudel Manado with Spun Sugar


Brudel Manado
source : Jane Sipasulta

Bahan:
5 1/2 gls terigu
5 btr telur
1 1/2 gls gula pasir
1 gls susu bubuk
100gr margarin
2 gls air hangat
1 bks fermipan (ragi instan)

Cara membuat:
1. Campur bahan kering (terigu, gula, susu, ragi) jadi satu.
2. Tambahkan margarin, setelah itu masukkan telur. Kalo males ngaduk, bisa pake mixer dgn kecepatan sedang.
3. Tambahkan air hangat sedikit2. Aduk rata.
4. Tuang di loyang yg sudah dioles mentega dan ditabur terigu (catatan: adonan ini bakal ngembang, jd masukkan setengah loyang saja, kalo ngga bisa luber kemana-mana)
5. Diamkan kurang lebih setengah jam, sampai adonan naik.
6. Panggang di oven sampai matang.
7. Setelah matang, keluarkan dari oven. Langsung oleskan margarin di permukaan kue yg masih panas.





 oya, gambar step by step brudel diatas pake resepnya yang di-share sama Rieke. Tapi menurut saya (atau saya salah bikinnya), hasil akhirnya terlalu berremah gitu. Jadi, saya bikin lagi pake resepnya mba Jane dan hasilnya lebih lembut tuh.

Sugar Syrup

(Silakan pilih:)
Medium use 1 ¼ cups sugar to 1 cup water.
Heavy use 1 ¼ cups sugar to ⅞ cup water.

Step :

1. Heat the sugar syrup to 311 F then plunge into a pan of cold water to halt the cooking process.
2. Cover your work surface with parchment paper. Holding a rolling pin in one hand over the paper, dip the whisk into the sugar syrup and flick it back and forth over the rolling pin so that railing threads are formed.
3. Gently gather up the strands and fold them back over the rolling pin. Loosen and lift them or slide them off the pin gently.
4. Break the sugar in half and gently shape each half as desired in your hands. 



Percobaan pertama bikin si spun gagal, gulanya mengkristal huhuhu... ternyata ngga boleh dikocok sama sekali. Padahal saya cuman ngocoknya pas suhu udah 310 der F. Untung bikinnya dikit, sepersekiannya dari resep diatas. Trus saya bikin lagi, tanpa termometer gula, tanpa kocok atau digoyang sama sekali sampai mulai ada warna kekuningan. Langsung dimatikan apinya, tapi tidak direndam ke air dingin si pantat pancinya. Dibiarkan begitu saja sampai turun suhunya. Trus busa yang putih2 di permukaannya, saya ambil dengan punggung sendok. Oya, waktu di batch pertama, ternyata si termometer bisa pengaruh jadi mengkristal deh. soalnya secara ngga sengaja saat membetulkan posisi termo yang melorot, yang miring-miring dsb, seperti mengaduk-aduk cairan gula kan?

Batch kedua ini ternyata berhasiiiilll.. horray!. Si spun sugar alias angel hair alias rambut nenek kalau temen2 di grup bilang sih, muncul dengan cantiknya diantara dua gagang panci. Eehh.. para keponakan langsung pada asik berkreasi sendiri tuh, sampe abis si gulanya. Saya sih cepet-cepet buat motret hasil jadinya, karena ternyata gampang meleyot dan lumer gitu euuyy.. hiks.. jadi cuman beberapa foto yang bisa diambil.

spun sugar


eh logo lulusnya mana yaahh???



Monday, January 31, 2011

KBB #21 : Creme Brulee

Krem apaan??? Bule?
Apaan tuh kata ibu mertua :D. Saya jawab pokoknya yang krimi-krimi gitu deh, lah... saya juga belom pernah nyobain kok hehehe...

Canggih bener deh, kalau bukan karena KBB kapan jugaa saya bakalan nyoba bikin yang ginian. Keren kan?


Cek bahan dan alat dulu deh : krim (cek!), telor (cek!), vanila pods (cek!), susu... laaahh kok susunya menghilang. Minta beliin ke warung sama orang rumah, ternyata yang rasa vanila. hhmm.. ngga apa-apa kali ya, kan jadi berasa vanila nya heheh... Resep asli kang Jamie pake Rhubarb. Tapi berhubung di Indo mah ngga pernah nemu yang namanya rhubarb, resep boleh dimodifikasi sesuai keinginan. Yaayy! Tadinya mau dipake strawberry aja biar gampang nyarinya, eh ternyata pas liat di kulkas ada tergeletak 2 buah peach dengan malasnya karena tidak ada yang menyentuh *halaahh*. Hhhhmmm... nampak yummy dong buat dibikin jadi Peach Creme Brulee.


Yuk ah mari, mulai semangat masuk dapur buat ngerjain pe-er. Udah mepet banget harus laporan ke host yang dari awal udah ngejar-ngejar melulu. Ngejarnya cuman lari-lari doang sih masih lumayan, kalau ngejarnya pake bawa-bawa senjata blow torch kan ngeri tuh... wawkwkwkw.... *ampun Miiiirrrr...*.
Karena baru pertama kali bikin, saya pakai 1/2 resep dulu aja deh. 

Peach creme brulee

Creme Brulee
Source: Jamie Oliver: The Naked Chef 2
Serves 6

300g fresh rhubarb (saya ganti : buah peach)
3 Tbs caster sugar
2 vanilla pods
300ml double cream (saya pake cream merek Anchor)
200ml full fat milk (saya pake low fat rasa vanila)
8 egg yolks
80g sugar

Preheat the oven to 140C/275F/Gas 1. Roughly slice up the rhubarb and place it in a pan with the caster sugar and 5 tablespoons of water. Simmer until tender, divide between 6 small serving dishes which your brulee will be cooked in, then set aside.

Score the vanilla pods lengthwise and run the knife up the pod to remove the vanilla seeds. Scrape these into the pan with the pods, cream and milk and slowly bring to the boil. Meanwhile beat together the yolks and the sugar in a bowl until light and fluffy. When the cream and milk are just boiling, remove the vanilla pods and add little by little to the egg mixture, whisking continuously. I like to remove any bubbles or froth from the mixture before dividing it into the serving dishes, on top of the rhubarb. Stand these in an appropriately sized roasting tray filled with water half way up the containers, and bake in the pre-heated oven for around 25 minutes until the custard mixture has set but is still slightly wobbly in the centre.

Allow to cool to room temperature then place in the fridge until ready to serve. Sprinkle with sugar and caramelize under a very hot grill or using a kitchen blowtorch. Lovely.


Bikinnya beneran cepet dan simple deh. Tapi yang tricky juga saat memanggang. Pada saat akan dimasukkan ke dalam ramekin, kang Jamie kan bilang:
"I like to remove any bubbles or froth from the mixture before dividing it into the serving dishes"
saya pikir cuman gelembung-gelembung doang, ternyata harus semua busa (froth) supaya hasilnya cantik mulus tidak berlubang-lubang permukaan atasnya. Soalnya kalau semuanya diambil kok sayang banget banyak yang kebuang hehehe... Trus diresep tertulis dipanggang selama 25menit, tapi ternyata di oven saya jadinya 1 jam. Saat dikeluarkan tengahnya masih agak goyang, dan simpan di kulkas sampai set.

Tuh kan keliatan permukaannya jadi berlubang-lubang gitu.

Karena tidak punya blowtorch dan tidak sempat untuk beli juga, jadi memanfaatkan api atas saja. Pake oven toaster cukup lah, soalnya kalau pake oven gede kok rasanya sayang banget, kan yang dipanggang hanya seloyang kecil saja. Cuman ngga terlalu berhasil nih, sepertinya si butiran gula pasirnya harus pilih yang halus banget jadi saat dipanggang bisa meleleh sempurna. Tuh lihat masih terlihat kristal-kristal si gula. Mau dibiarin lebih lama lagi takut terlalu gosong. Yah sudahlah..

Peach creme brulee


Peach creme brulee_1

Yang penting rasanya ternyata enak xixixixi.... maklum belum pernah nyobain. Pake peach enak loh, jadi ada rasa asem-asemnya gitu diantara manisnya si krembrule nya sendiri. Manisnya juga menurut lidah saya dan suami sih pas ya, ngga kemanisan. Cumaaaa.... ini waktu bikin kan di Bandung, selesei motret-motret karena mau pergi jalan-jalan (heheh.. jangan protes! maklum hidup di kampung) disimpen di kulkas dulu dong.. eeehh besoknya ngga kebawa kesini whuuaaaahhhhh..... padahal baru makan separoh mangkuk ajah :D


*pssttt.... sy kirimnya bener2 last minute... nuhun ah teh molly, udah ditungguin xixixi...*

Blog Widget by LinkWithin